Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 Memberikan Peluang CPNS yang Gagal Tes SKD di Pasing Grade

Kabar gembira bagi peserta Tes CPNS yang mengikuti Seleksi Kopetensi Dasar (SKD) dikarenakan tingkat kesulitan Soal Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 sangat tinggi dibandingkan dengan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada tahun sebelumnya, sehingga mengakibatkan terbatasnya jumlah kelulusan peserta Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 dan terjadinya disparitas hasil kelulusan antar wilayah sehingga berpotensi tidak terpenuhinya kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan.

Panduan Aplikasi Raport (ARD)

Pada aplikasi rapor digital operator guru yaitu bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar dan Penilaian hasil belajar siswa. Pada operator guru dan wali kelas ini penilain hasil berlajar di input, berdasarkan mata pelajar guru tersebut, setelah itu wali kelas hanya mengisi beberapa.

Pramuka

Gerakan Pramuka Indonesia adalah organisasi non formal yang diselenggarakan oleh pendidikan kepanduan, Kata PRAMUKA sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki makna Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Organisasi non formal yang berlambangkan tunas kelapa ini bisa ditemukan diberbagai sekolahan di Indonesia karena memang Pramuka menjadi salah satu ektrakurikuler wajib di sekolah sebab kegiatan pramuka secar tidak langsung membentuk anggotanya untuk memiliki watak, akhlak, dan budi pekerti yang luhur.

Program xxxxxx

xxxxxxxxxxxxxxx

Coba Coba Pasang

heeeeeem

Mamane Alifa Raudlhatun Nisa

Hahahaaaaa aja kaget

About

Selamat datang di situs website kami, semoga apa yang ada di sini dapat bermanfaat dan dijadikan referensi untuk sekolah/madrasah Bapak/Ibu Guru dan barokah. Amiiiin

Tuesday, 20 November 2018

UMUR YANG BERKAH

UMUR YANG BERKAH

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ »

Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”.

 [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan al-Hâkim dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb, 3/313, no. 3363]

Di hadis lain dijelaskan

وعَنِ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :« أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِكُمْ ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ : خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَاراً وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالاً

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah aku beritahukan kepada kamu tentang orang yang paling baik di antara kamu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya wahai Rasûlullâh”. Beliau bersabda, “Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang paling panjang umurnya di antara kamu dan paling baik amalnya”. [HR. Ahmad; Ibnu Hibbân; dan al-Baihaqi dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb, 3/312, no. 3361]

Kandungan hadits

1. Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya merupakan adalah orang terbaik.  Karena orang yang banyak kebaikannya, setiap kali umurnya bertambah maka pahalanya juga bertambah dan derajatnya semakin tinggi. Kesempatan hidupnya merupakan tambahan pahala dengan sebab nilai amalannya yang terus tambah.

2. Seburuk-buruk orang adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya, karena waktu dan jam seperti modal bagi pedagang. Seyogyanya, dia menggunakan modalnya dalam perdagangan yang menjanjikan keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, maka keuntungan yang akan diraihnya juga semakin banyak

 3. Mukmin yang terbaik semakin bertambah umur akan   berusaha mencari bekal untuk akhirat dan berusaha menambah amal shalih sebagai bekal untuk menghadap Allah Subhanahu wata'ala.

4. Kisah berikut menjelaskan tentang keutamaan panjang umur
 Yaitu kisah dua bersaudara yang masuk Islam bersama-sama, lalu keduanya meraih khusnul khatimah di sisi Allâh Subhanahu wa Ta’ala , namun berbeda derajatnya dengan sebab umur yang berbeda!

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَنَّ رَجُلَيْنِ مِنْ بَلِىٍّ قَدِمَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ إِسْلاَمُهُمَا جَمِيعًا فَكَانَ أَحَدُهُمَا أَشَدَّ اجْتِهَادًا مِنَ الآخَرِ فَغَزَا الْمُجْتَهِدُ مِنْهُمَا فَاسْتُشْهِدَ ثُمَّ مَكَثَ الآخَرُ بَعْدَهُ سَنَةً ثُمَّ تُوُفِّىَ. قَالَ طَلْحَةُ فَرَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ بَيْنَا أَنَا عِنْدَ بَابِ الْجَنَّةِ إِذَا أَنَا بِهِمَا فَخَرَجَ خَارِجٌ مِنَ الْجَنَّةِ فَأَذِنَ لِلَّذِى تُوُفِّىَ الآخِرَ مِنْهُمَا ثُمَّ خَرَجَ  فَأَذِنَ لِلَّذِى اسْتُشْهِدَ ثُمَّ رَجَعَ إَِىَّ فَقَالَ ارْجِعْ فَإِنَّكَ لَمْ يَأْنِ لَكَ بَعْدُ. فَأَصْبَحَ طَلْحَةُ يُحَدِّثُ بِهِ النَّاسَ فَعَجِبُوا لِذَلِكَ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .وَحَدَّثُوهُ الْحَدِيثَ فَقَالَ « مِنْ أَىِّ ذَلِكَ تَعْجَبُونَ » فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا كَانَ أَشَدَّ الرَّجُلَيْنِ اجْتِهَادًا ثُمَّ اسْتُشْهِدَ وَدَخَلَ هَذَا الآخِرُ الْجَنَّةَ قَبْلَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ « أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً ». قَالُوا بَلَى. قَالَ « وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَهُ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِى السَّنَةِ ». قَالُوا بَلَى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ

Dari Thalhah bin ‘Ubaidillâh bahwa dua laki-laki dari Baliy (cabang suku Qudhâ’ah) datang kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keduanya masuk Islam bersama-sama. Salah seorang dari keduanya lebih giat daripada yang lain. Orang yang sangat giat dari keduanya itu ikut berperang lalu mati syahid. Sedangkan yang lainnya hidup setahun setelahnya, lalu meninggal dunia. Thalhah berkata, “Aku bermimpi, ketika aku sedang berada di pintu surga, aku melihat keduanya. Tiba-tiba ada seseorang keluar dari dalam surga, lalu mengidzinkan orang yang mati terakhir dari keduanya (untuk masuk surga lebih dahulu, lalu orang itu masuk lagi ke dalam surga-pen). Lalu dia keluar lagi dari surga, lalu mengidzinkan orang yang mati syahid (untuk masuk surga). Lalu dia menemuiku kemudian berkata, “Kembalilah, karena sesungguhnya belum datang waktu untukmu (boleh masuk surga)”. Besoknya Thalhah menceritakan kepada orang-orang dan mereka keheranan terhadapnya. Hal itu sampai kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mereka menyampaikan cerita itu kepada beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dari sisi mana kamu heran?” Mereka menjawab, “Wahai Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , orang yang satu ini lebih giat dari yang lain, lalu dia juga mati syahid, tetapi orang yang terakhir (mati) itu masuk surga lebih dahulu”. Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah dia (orang yang terakhir mati itu) masih hidup setahun setelahnya?” Mereka menjawab, “Ya”. Beliau bersabda lagi, “Dan (bukankah) dia telah menemui bulan Ramadhân lalu berpuasa Ramadhân, dan dia telah melakukan shalat sekian banyak sujud di dalam setahun?” Mereka menjawab, “Ya”. Maka Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi”.

[HR. Ibnu Mâjah dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb, 3/314, no. 3366]

Lihatlah bagaimana amalan setahun manjadikan jarak keduanya melebihi jaraka antara langit dan bumi

Sering Share Ilmu Bukan Untuk “Sok Alim” Tetapi Berharap Pahala Dakwah

Tetap semangat berdakwah, mungkin tidak disangka, satu share ilmu dan faidah ternyata bisa memberikan hidayah kepada seseorang, walau hanya sekedar menekan “share”. Tentunya dengan niat yang ikhlas

Tidak mesti jadi ustadz, hanya menunjukkan dan mengajak ke jalan Allah, insyaAllah mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya.
Demikian juga share ilmu baik di dunia nyata maupun dunia maya. Semoga mendapat pahala MLM sampai hari kiamat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan,

المراد أن له ثوابا كما أن لفاعله ثوابا …

دل بالقول، واللسان، والإشارة، والكتابة

“Maksudnya adalah baginya pahala sebagaimana pahala yang menerjakan…ia menunjukkan dengan perkataan, lisan, ISYARAT dan tulisan.” (Syarah Shahih Muslim)

Bukannya merasa “sok alim dan sok ustadz”, tetapi ini yang diharapkan

Terkadang terbetik bisikan “kamu juga banyak maksiat, jangan sok alim dan sok suci”

tetapi teringat perkataan ulama “Kalau menunggu suci sekali, tidak akan ada yang berdakwah”

Ibnu Hazm rahimahullah berkata,

ولو لم ينه عن الشر إلا من ليس فيه منه شيء ولا أمر بالخير إلا من استوعبه؛ لما نهى أحد عن شر ولا أمر بخير بعد النبي صلى الله عليه وسلم

“Seandainya yang melarang dari dosa harus orang yang tidak terlepas dosa dan yang memerintahkan kebaikan harus orang yang sudah melakukan kebaikan semua, maka tidak ada lagi yang melarang dari keburukan dan mengajak kebaikan kecuali Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Akhlaq was Siyar hal. 252-253)

Jika harus menunggu jadi orang suci berdakwah, dakwah tak akan pernah ada

kita banyak-banyak berdoa  dan memperhatikan:
1. Semoga Ikhlas ketika share ilmu

2. Berniat yang paling pertama mengamalkannya (terkadang kita PeDe share sesuatu setelah kita amalkan) dan memohon kepada Allah agar kita bisa mengamalkannya

3. Jauhkan riya dan tendensi dunia serta ketenaran
seandainya bukan karena amanah ilmiah, ingin rasanya menulis sesuatu tanpa mencantumkan nama penulisnya. Sebagai bentuk amanah ilmiah, cantumkan sumber tulisannya jika ada.

4. Tidak melupakan dakwah di dunia nyata, karena itulah dakwah yang lebih baik dan lebih prioritas, di keluarga dan sahabat di sekitar kita. Walaupun dakwah dunia maya juga boleh dan terkadang efektif

5. Tidak lupa berdoa agar dakwah kita berkah dan bisa diterima oleh manusia dengan mudah

Tetap semangat share ilmu di dunia nyata ataupun dunia maya dan tetap berdakwah, tentunya dengan memohon pertolongan Allah dan berhias dengan keikhlasan

ORANG YANG PALING BAIK

ORANG YANG PALING BAIK

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang berbuat baik kepada keluarganya. Sedangkan aku adalah orang yang paling berbuat baik pada keluargaku”.

 (HR. Tirmidzi no. 3895, Ibnu Majah no. 1977, Ad Darimi 2: 212, Ibnu Hibban 9: 484).


Kandungan hadits

1. Kebaikan yang  Afdhal dalam Islam adalah perilaku yang ditunjukkan kepada yang terdekat dengan kita. Pasangan hidup adalah satu satu sosok yang paling dekat dengan kita.

2. Perkataan adalah contoh kebaikan yang paling ringan, mudah dan murah, oleh karena berkata   baik kepada pasangan  hidup, mem perbagus amalan dan tingkah laku  kepada pasangan hidup. Berbuat baiklah sebagai engkau suka jika pasangan kalian bertingkah laku demikian. Jangan kebaikan itu disuguhkan kepada orang yang terjauh dan bukan siapa siapa nya kita, meski sesungguhnya tidak ada kebaikan yang dia sia. Namun kebaikan yang dicurahkan pada keluarga dekat kita itu yang pertama dan utama.

3. Ucapan baik adalah perbuatan ma’ruf. Lihatlah contoh Nabi kita, beliau memanggil ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, sang istri tercinta dengan panggilan Humaira, artinya wahai yang pipinya kemerah-merahan. Karena putihnya ‘Aisyah, jadi pipinya biasa nampak kemerah-merahan.

Dari ‘Aisyah, ia berkata,

دَخَلَ الحَبَشَةُ المسْجِدَ يَلْعَبُوْنَ فَقَالَ لِي يَا حُمَيْرَاء أَتُحِبِّيْنَ أَنْ تَنْظُرِي

“Orang-orang Habasyah (Ethiopia) pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku, “Wahai Humaira (artinya: yang pipinya kemerah-merahan), apakah engkau ingin melihat mereka?” (HR. An Nasai dalam Al Kubro 5: 307).

Lihatlah bagaimana panggilan sayang tetap melekat pada suri tauladan kita yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jadi bukan kata-kata jelek atau merendahkan yang keluar dari mulut pasangan hidup.

4. Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ

“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142).

5. Pujian dari suami pada istrinya tidak butuh biaya atau ongkos mahal. Yang dibutuhkan adalah ketulusan dan rasa cinta pada pasangan. Memberi pujian dapat diungkapkan dengan kalimat-kalimat ringan, seperti: “Masakan Sayang hari ini luar biasa, loh!”

6. Pujian berpengaruh terhadap perasaan pasangan, khususnya bagi istri yang akan merasa dihargai, dipercayai dan dihormati oleh suaminya. Tanpa pujian atau perhatian, mungkin yang ada hanya kecenderungan untuk saling mencela dan merendahkan pasangan.

Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istri kalian) dengan baik.” (QS. An Nisa’: 19).

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS. Al Baqarah: 228).

ILMU TIDAK BERMANFAAT

ILMU TIDAK BERMANFAAT

.اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

“Allahumma inni a’udzu min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabu lahaa (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan).”

(HR. Muslim no. 2722).


Redaksi hadits tersebut adalah doa perlindungan yang dituntunkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam

Kandungan hadits

1. ilmu yang tidak ada manfaatnya sama sekali. Misalnya ilmu sihir, santet, tenung, pelet, penglaris, dl.

2. Melupakan ilmu syariat, kemudian  sibuk mempelajari ilmu duniawi (ilmu pengetahuan) yang hukum asalnya adalah mubah, namun kesibukan tersebut menjadikannya lalai dari hal-hal yang bermanfaat untuk bekal kehidupannya kelak.

3. Mempelahari Ilmu syariat (ilmu agama), yaitu ilmu tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah, akidah dan ibadah,  namun tidak diamalkan.

 4. Mengenal ilmu agama, namun  tidak diamalkan. Dia mengenal keburukan namun justru menerjangnya. Ilmu syar’i yang tidak diamalkan, hanya menjadi ilmu yang tidak bermanfaat dan menjadi bumerang bagi pemiliknya.

5. Pengetahuan yang dimiliki tidak menambah kedekatan kepada Tuhannya, tidak mengantarkan kepada kesadarannya sebagai hamba Allah Subhanahu wata'ala yang punya kewajiban untuk mengabdi kepada penciptanya.

MENTAATI RASUL

MENTAATI RASUL

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سُفْيَانَ أَنَّ هِرَقْلَ قَالَ لَهُ سَأَلْتُكَ مَاذَا يَأْمُرُكُمْ فَزَعَمْتَ أَنَّهُ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالصِّدْقِ وَالْعَفَافِ وَالْوَفَاءِ بِالْعَهْدِ وَأَدَاءِ الْأَمَانَةِ قَالَ وَهَذِهِ صِفَةُ نَبِيٍّ

Abdullah bin Abbas RA berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Sufyan bahwa Raja Herkulis berkata kepadanya: "Aku telah bertanya kepadamu apa yang dia (Nabi Muhammad) perintahkan kepada kalian, lalu kamu menjawab bahwa dia memerintahkan kalian untuk solat, bersedekah (zakat), menjauhkan diri dari berbuat buruk, menunaikan janji dan melaksanakan amanah". Lalu dia berkata; "Ini adalah diantara sifat-sifat seorang Nabi".
(HR Bukhari No: 2484)

Pesan hadits tersebut adalah :

1.  Rasulullah SAW memerintahkan agar melaksanakan ketaatan kepada Allah dengan ibadat yang wajib sebagai seorang Muslim.

2.  Rasulullah  SAW memerintahkan kepada umatnya agar:

a.  Melaksanakan shalat
b.  Menunaikan zakat  dan bersedekah
c.  Menjauhi perbuatan buruk
d.  Menunaikan janji
e.  Melaksanakan amanah

3.  Sebagai pengikut setia, adalah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan tanggungjawab yang bersifat peribadi seperti shalat dan menjauhi perbuatan buruk.

  4. Seorang muslim  diperintahkan  menunaikan tanggungjawab yang berkaitan dengan masyarakat seperti mengeluarkan zakat dan bersedekah di samping menunaikan janji dan melaksanakan amanah.

Firman Allah SWT yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah


اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
innamaa kaana qoulal-mu`miniina izaa du'uuu ilallohi wa rosuulihii liyahkuma bainahum ay yaquuluu sami'naa wa atho'naa, wa ulaaa`ika humul-muflihuun

"Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

(QS. An-Nur 24: Ayat 51)

MENCINTAI RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM

MENCINTAI RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata,  Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian sampai ia mencintai aku melebihi kedua orang tuanya dan anaknya.”

 (HR Bukhari No: 13)

Kandungan hadits :

1.  Rasulullah SAW  bersumpah “Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya”, menunjukkan apa yang akan disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam  adalah suatu yang amat penting.

2.  Keimanan seseorang dibuktikan dengan mencintai Rasulullah SAW melebihi cinta nya kepada kedua orang tua serta anak-anak.

3.  Cinta kepada orang tua melahirkan rasa hormat serta berbakti, cinta kepada anak mewujud dalam bentuk memenuhi kebutuhan dan keperluan anak, maka cinta kepada Rasulullah SAW mesti lebih hebat dari pada itu.

4.  Cinta kepada Rasulullah SAW melebihi kecintaan kepada orang tua bererti mengagungkan serta mentaati perintah Rasulullah, mencontohi dan melaksanakan sunnah yang ditunjukkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

5. Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dan harus didahulukan daripada kecintaan kepada segala sesuatu selain kecintaan kepada Allah, sebab mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengikuti sekaligus keharusan dalam mencintai Allah. Mencintai Rasulullah adalah cinta karena Allah. Ia bertambah dengan bertambahnya kecintaan kepada Allah dalam hati seorang mukmin, dan berkurang dengan berkurangnya kecintaan kepada Allah.

6. Orang yang beriman akan merasakan manisnya iman apabila hanya Allah dan Rasul-Nya yang paling ia cintai.

Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ  ۗ  وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ   اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا  ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
wa minan-naasi may yattakhizu min duunillaahi andaaday yuhibbuunahum kahubbillaah, wallaziina aamanuuu asyaddu hubbal lillaahi walau yarollaziina zholamuuu iz yarounal-'azaaba annal-quwwata lillaahi jamii'aw wa annalloha syadiidul-'azaab

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

MEMPERINGATI MAULID NABI shollallâhu 'alaihi wa sallam

Dalam kitab I'anah at Thalibin syarh Fathul Mu'in 3/365;

 يحشر المرء مع من احب
Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai.

قال إمام التابعين سيدنا الحسن البصري رضي الله عنه : وددت لو كان لي مثل جبل احد ذهبا فانفقته علي قرآءة مولد النبي صلي الله عليه و سلم.
Penghulu para tabi'in Hasan al Basri berkata; "Aku senang andaikan aku punya emas seperti gunung uhud lalu aku belanjakan untuk pembacaan maulid (kelahiran) Nabi saw.

و قال معروف الكرخي قدس الله سره: من هيأ طعاما لاجل قرآءة مولد النبي صلي الله عليه و سلم و جمع اخوانا و اوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلي الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الاولي من النبيين و كان في اعلي عليين.
Makruf al Kurkhi berkata; "barang siapa menyediakan makanan untuk membaca maulid Nabi sawm dan mengumpulkan saudara-saudaranya dan menyalakan lampu dan memakai pakaian baru menyalakan wewangian dan berparfum karena meng agungkan maulid Nabi saw, maka niscaya Allah mengumpulkan orang tersebut di hari kiamat bersama kelompok yg masuk surga kloter pertama dan ditempatkan disurga paling atas.

و قال الامام فخر الدين الرازي: ما من شخص قرأ مولد النبي صلي الله عليه و سلم علي ملح او بر او شئ آخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و في كل شئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتي يغفر الله لآ كله.

و من قرأ مولد النبي صلي اله عيه و سلم علي دراهم مسكوكة فضة كانت او ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لايفرغ يده ببركة النبي صلي الله عليه و سلم.
Tidaklah seseorang membacakan maulid Nabi pada garam, gandum atau makanan yang lain kecuali tampaklah didalamnya barokah dan di dalam setiap sesuatu yg bertemu pada makanan tersebut, karena ia akan bergoncang dan tidak akan diam sampai Allah mengampuni pada orang yang memakannya.

Barang siapa yang membacakan maulid Nabi pada uang baik emas atau perak dan uang tersebut dicampur dengan uang yang lain maka semua uang tsb menjadi barokah, dan pemiliknya tidak akan faqir, dan tidak akan pernah kekosongan uang dengan barokahnya Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam.

و قال اليافعي اليمني رحمه الله: من جمع لمولد النبي صلي الله عليه و سلم اخوانا و هيأ طعاما و اخلي مكانا و عمل احسانا و صار سببا لقرآءته بعثه الله يوم القيامة مع الصديقين و الشهداء و الصالحين و يكون في جنات النعيم.
Al Yafi'i al yamani berkata Barangsiapa karena maulid Nabi saw. mengumpulkan saudara saudaranya, menyediakan makanan, menghiasi tempat, melakukan kebaikan dan hal itu menjadi sebab untuk dibacakan maulid, maka Allah swt di hari kiamat membangkitkan orang tersebut bersama siddiqin, orang orang yg mati syahid dan orang orang sholeh dan dimasukkan kedalam surga tempat kenikmatan.

و قال سيدنا السري السقطي قدس الله سره: من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلي الله عليه و سلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لانه ما قصد ذلك الموضع الا لمحبته النبي صلي الله عليه و سلم و قد قال صلي الله عليه و سلم من احبني كان معي في الجنة
Barang siapa berangkat menuju suatu tempat yang dibacakan maulid Nabi saw, maka dia telah berangkat pada satu taman dari taman-taman surga. Karena tidak akan pergi ketempat tersebut kecuali karena cintanya pada Nabi saw, sedangkan Rosulullah bersabda; "barangsiapa mencintaiku niscaya bersamaku di surga.

قال سيدنا الامام السيوطي: ما من مسلم قرأ في بيته مولد النبي صلي الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالي القحط و الوبا و الحرق و الغرق و الآفات و البليات والنكبات و البغض و الحسد و عين السوء و اللصوص عن اهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر و نكير و يكون في مقعد صدق عند مليك مقتدر.
Tidaklah orang Islam rumahnya dibacakan maulid Nabi saw kecuali Allah menyelamatkan dari peceklik, waba', kebakaran, tenggelam, malapetaka, bencana, (kejelekan orang yang) benci, dengki, penglihatan jelek, pencuri dari penghuni rumah tersebut. Apabila mati Allah swt memudahkan pada menjawab Mungkar Nakir dan tempatkan ditempat yg mulia disisi Allah.

و قد قال شهاب الدين احمد ابن حجر الهيتمي رحمه الله: من اراد تعظيم مولد النبي صلي الله عليه و سلم يكفيه هذا القدر و من لم يكن عنده تعظيم مولد النبي صلي الله عليه و سلم لو ملأت له الدنيا في مدحه لم يحرك قلبه في المحبة له صلي الله عليه و سلم
Barangsiapa berkehendak meng agungkan maulid Nabi saw, maka kadar penghargaan ini sudah cukup. Tapi barangsiapa yang hatinya memang tidak mengagungkan maulid Nabi saw, meskipun dunia penuh dalam sanjung madah padanya niscaya hatinya tetap tidak terketuk untuk mencintai Nabi saw.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه

Featured Post

SOAL PRAKARYA KELAS 11

  1 . Berikut merupakn bahan yang termasuk jenis bahan limbah organic, kecuali …. a. kerang                  b. batok kelapa             ...