Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 Memberikan Peluang CPNS yang Gagal Tes SKD di Pasing Grade

Kabar gembira bagi peserta Tes CPNS yang mengikuti Seleksi Kopetensi Dasar (SKD) dikarenakan tingkat kesulitan Soal Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 sangat tinggi dibandingkan dengan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada tahun sebelumnya, sehingga mengakibatkan terbatasnya jumlah kelulusan peserta Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 dan terjadinya disparitas hasil kelulusan antar wilayah sehingga berpotensi tidak terpenuhinya kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan.

Panduan Aplikasi Raport (ARD)

Pada aplikasi rapor digital operator guru yaitu bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar dan Penilaian hasil belajar siswa. Pada operator guru dan wali kelas ini penilain hasil berlajar di input, berdasarkan mata pelajar guru tersebut, setelah itu wali kelas hanya mengisi beberapa.

Pramuka

Gerakan Pramuka Indonesia adalah organisasi non formal yang diselenggarakan oleh pendidikan kepanduan, Kata PRAMUKA sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki makna Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Organisasi non formal yang berlambangkan tunas kelapa ini bisa ditemukan diberbagai sekolahan di Indonesia karena memang Pramuka menjadi salah satu ektrakurikuler wajib di sekolah sebab kegiatan pramuka secar tidak langsung membentuk anggotanya untuk memiliki watak, akhlak, dan budi pekerti yang luhur.

Program xxxxxx

xxxxxxxxxxxxxxx

Coba Coba Pasang

heeeeeem

Mamane Alifa Raudlhatun Nisa

Hahahaaaaa aja kaget

About

Selamat datang di situs website kami, semoga apa yang ada di sini dapat bermanfaat dan dijadikan referensi untuk sekolah/madrasah Bapak/Ibu Guru dan barokah. Amiiiin
Showing posts with label Cerita Islami. Show all posts
Showing posts with label Cerita Islami. Show all posts

Tuesday, 11 September 2018

PELUANG ITU MASI ADA ASAL JANGAN MUSYRIK



بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

PELUANG ITU MASIH ADA, ASAL JANGAN MUSYRIK
,

يَخْرُجُ قَوْمٌ مِنَ النَّارِ بَعْدَ مَا مَسَّهُمْ مِنْهَا سَفْعٌ، فَيَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ، فَيُسَمِّيهِمْ أَهْلُ الْجَنَّةِ: الْجَهَنَّمِيِّينَ “

“Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka di bakar dalam neraka, kemudian mereka akan masuk ke dalam surga. Penduduk surga menamakan mereka dengan  Jahannamiyyun.

HR. Bukhari nomor 6559

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَخْرُحُ مِنَ النَّارِ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنَ اْلإِيْمَانِ.

“Akan keluar dari Neraka orang yang di dalam hatinya masih ada seberat dzarrah dari iman.”

HR. At-Tirmidzi no. 2598, At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”

Beliau juga bersabda,

فَوَالَّذِى نَفْسِي بِيَدِهِ! مَا مِنْ أَحَدٍ مِنْكُمْ بِأَشَدَّ مُنَاشَدَةً للهِ فِى اسْتِضَاءَةِ الْحَقِّ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ للهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لإِخْوَانِهِمُ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ. يَقُوْلُوْنَ : رَبَّنَا! كَانُوْا يَصُوْمُوْنَ مَعَنَا وَيُصَلُّوْنَ وَيَحُجُّوْنَ. فَيُقَالُ لَهُمْ : أَخْرِجُوْا مَنْ عَرَفْتُمْ. فَتُحَـرَّمُ صُـوَرُهُمْ عَـلَى النَّارِ. فَيُخْرِجُوْنَ خَلْقًا كَثِيْرًا قَدْ أَخَذَتِ النَّاُر إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ وَإِلَى رُكْبَتَيْهِ. ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ : بدِّقُوْنِي بِهَذَا الْحَدِيْثِ فَاقْرَأُوْا إِنْ شِئْتُمْ : (إَنَّ اللهَ لاَيَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا) من سورة النساء : 40 – الحديث.- رواه البخاري ومسلم-.

“Demi Allah Yang jiwaku ada di tanganNya. Tidak ada seorangpun diantara kamu yang lebih bersemangat
di dalam menyerukan permohonannya kepada Allah untuk mencari cahaya kebenaran, dibandingkan dengan kaum Mu’minin ketika memohonkan permohonannya kepada Allah pada hari Kiamat untuk (menolong) saudara-saudaranya sesama kaum Mu’minin yang berada di dalam Neraka. Mereka berkata : “Wahai Rabb kami, mereka dahulu berpuasa, shalat dan berhaji bersama-sama kami”.

Maka dikatakan (oleh Allah) kepada mereka : “Keluarkanlah oleh kalian (dari Neraka) orang-orang yang kalian tahu!” Maka bentuk-bentuk fisik merekapun diharamkan bagi Neraka (untuk membakarnya). Kemudian orang-orang Mu’min ini mengeluarkan sejumlah banyak orang yang dibakar oleh Neraka sampai pada pertengahan betis dan lututnya. Kemudian orang-orang Mu’min ini berkata: “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi di Neraka seorangpun yang engkau perintahkan untuk mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat satu dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)!” Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang dari Neraka. Kemudian mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada lagi seorangpun yang kami sisakan dari orang yang Engkau perintahkan untuk kami mengeluarkannya”. Allah berfirman : “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat setengah dinar, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Selanjutnya mereka berkata lagi : “Wahai Rabb kami, tidak ada seorangpun yang Engkau perintahkan, kami sisakan (tertinggal di Neraka)”. Allah berfirman: “Kembalilah! Siapa saja yang kalian dapati di dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji dzarrah, maka keluarkanlah (dari Neraka)”. Maka merekapun mengeluarkan sejumlah banyak orang. Kemudian mereka berkata : “Wahai Rabb kami, tidak lagi kami menyisakan di dalamnya seorangpun yang mempunyai kebaikan”.

Pada waktu itu Abu Sa’id al Khudri mengatakan: “Apabila kalian tidak mempercayai hadits ini, maka jika kalian suka, bacalah firman Allah (yang artinya): “Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi seseorang meskipun sebesar dzarrah, dan jika ada kebajikan sebesar dzarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar”. (an Nisaa’ : 40) … al Hadits”

Muttafaq Alaih

Pendudukneraka yang memiliki kebaikan walau sangat sedikit akan dikeluarkan dari neraka selama
Seorang muslim tersebut belum batal keislamannya (karena melakukan pembatal keislaman seperti syirik dan membenarkan perkataan dukun), walaupun memilki kebaikan sangat sedikit sekali, masih tetap ada peluang ke Surga dengan syarat dan ketentuan tidak melakukan syirik kepada Allah Subhanahu wata'ala baik disengaja maupun tidak disengaja.

KESUNGGUHAN DALAM KETAATAN



بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه



 KESUNGGUHAN DALAM KETAATAN

عن أنس رضي الله عنه عن النَّبيّ صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربّه عز وجل قَالَ: ((إِذَا تَقَربَ العَبْدُ إلَيَّ شِبْرًا تَقَربْتُ إِلَيْه ذِرَاعًا، وَإِذَا تَقَرَّبَ إلَيَّ ذِرَاعًا تَقَربْتُ مِنهُ بَاعًا، وِإذَا أتَانِي يَمشي أتَيْتُهُ هَرْوَلَةً)). رواه البخاري.

Dari Anas r.a. dari Nabi s.a.w. dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Tuhannya 'Azzawajalla, firmanNya - ini juga Hadis Qudsi :
"Jikalau seseorang hamba itu mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta dan jikalau ia mendekat padaKu sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa. Jikalau hamba itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas."

(Riwayat Bukhari)

Kandungan hadits :

1-  Barangsiapa yang mengerjakan ketaatan kepada Allah sekalipun sedikit, maka Allah akan menerima serta memperlipat-gandakan pahalanya, juga pelakunya itu diberi kemuliaan olehNya selama di dunia sampai di akhirat.

2- Makin besar dan banyak ketaatannya, makin pula besar dan bertambah-tambah keberkahan.

 3- Manakala cara melakukan ketaatan itu dengan perlahan-lahan, Allah bukannya memperlahan atau memperlambatkan pahalanya, tetapi bahkan dengan segera dinilai pahalanya itu dengan penilaian yang luar biasa tingginya.

4- Ketaatan (kebenaran, kebaikan) pertama kali harus dipaksakan. Siapa yang memaksakan? dirinya sendiri. Kalau sudah menjadi kebiasaan dan masuk sebagai irama hidup semuanya akan mudah, itulah taufik Allah kepadaya.

5- Tatkala bertambah ketaatan seseorang maka ditambah pahala dan dipercepat rahmat serta berkah dariNya.

Tema yang berkaitan dengan Al-Quran

1- Mujahadah

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
[Surat Al-Ankabut : 69]

2- Nilai Kebaikan disisi Allah SWT

وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا ۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[Surat Al-Muzzammil : 20].

BERKORBANLAH



بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

BERKORBANLAH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Dari Abi Hurairah RA,  Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa mampu  melakukan korban,  tetapi tidak melakukannya maka janganlah, dia mendekat ke masjid kami.

(HR Ahmad No: 7924)

Kandungan hadits

1.  Ibadah korban bukti tanda bersyukur di atas segala nikmat yang telah
 diperoleh.

2.  Orang yang berkemampuan beekurban, tetapi tidak melaksanakannya, maka seolah-olah tidak layak untuk mendatangi masjid sekedar shalat jamaah.

3. Usahakan dalam satu keluarga ada berkurban, lalu niatkan keutamaannya untuk seluruh keluarga

عَنْ مِخْنَفِ بْنِ سُلَيْمٍ كُنَّا وَقُوفًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَةَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ عَلَى كُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ فِي كُلِّ عَامٍ أُضْحِيَّة

"Dari Mikhnaf bin Sulaim, kami berwukuf di Arafah bersama Rasulullah SAW dan aku mendengar baginda bersabda: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kepada setiap anggota sebuah rumah, hendaklah ada yang berkorban pada setiap setahun".

 (HR Ibnu Majah No: 3116)

BOHONG YANG BAIK


بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

BOHONG YANG BAIK

أُمَّ كُلْثُومٍ بِنْتَ عُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ وَكَانَتْ مِنْ الْمُهَاجِرَاتِ الْأُوَلِ اللَّاتِي بَايَعْنَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ لَيْسَ الْكَذَّابُ الَّذِي يُصْلِحُ بَيْنَ النَّاسِ وَيَقُولُ خَيْرًا وَيَنْمِي خَيْرًا
قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَلَمْ أَسْمَعْ يُرَخَّصُ فِي شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُ النَّاسُ كَذِبٌ إِلَّا فِي ثَلَاثٍ الْحَرْبُ وَالْإِصْلَاحُ بَيْنَ النَّاسِ وَحَدِيثُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ وَحَدِيثُ الْمَرْأَةِ زَوْجَهَا

Ummu Kultsum bin 'Uqbah bin Abu Mu'aith -dan ia termasuk perempuan yang turut hijrah dalam kelompok pertama yang berbaiat kepada Rasulullah SAW bahawasanya ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, orang yang berkata demi kebaikan, dan orang yang membangkitkan (mengingatkan) kebaikan bukanlah termasuk pendusta." lbnu Syihab berkata; 'Saya tidak pernah mendengar diperbolehkannya dusta yang diucapkan oleh manusia kecuali dalam tiga hal, yaitu; dusta dalam peperangan, dusta untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai, dan dusta suami terhadap isteri atau isteri terhadap suami (untuk meraih kebahagiaan atau menghindari keburukan).

 (HR Muslim No: 4717) Status: Hadis Sahih

Kandungan hadits

1.  Berbohong dan berdusta adalah perbuatan yang dilarang, tetapii dalam tiga hal berikut ini berdusta menjadi berpahala :

a.  Dalam strategi peperangan (perang itu adalah tipu daya. Strategi peperangan tidak boleh diketahui oleh musuh) kejujuran dalam perang bukan hal yang dituntut.

b.  Dalam usaha mendamaikan antara pihak yang sedang bertengkar .

c.  Dalam usaha mewujudkan kebahagiaan dan keharmonisan     pasangan suamu isteri.

MENDAHULUKAN KANAN



بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

MENDAHULUKAN KANAN

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِى تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِى شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika menyisir rambut dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari no. 186 dan Muslim no. 268).

Kandungan hadits

1.   Keutamaan mendahulukan sebelah kanan dalam setiap perbuatan menjadi amalan yang sangat disukai oleh Nabi SAW terutama dalam amalan yang melibatkan ibadah seperti tertib wudlu selesaikan tiga kali sebelah kanan lalu baru pindah ke bagian  kiri.

2. Segala kebaikan  disunahkan dimulai dari bagian kanan, seperti  adab makan, adab minum, adab berpakaian, adab  menaiki kenderaan, memakai spatu-sandal, menyisir rambut, bersuci, memasuki masjid dan lain-lain.

3. Imam Nawawi mengatakan bahwa dalam riwayat lain digunakan lafazh ‘maastatho’a‘, yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa salalm menyukai mendahulukan memulai yang kanan semampu beliau dalam setiap perkara. Ini isyarat bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berusaha keras mendahulukan yang kanan dalam setiap perkara yang baik. Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 143.

4. Imam Nawawi  mengatakan bahwa  mendahulukan yang kanan adalah ketika melakukan sesuatu yang mulia (pekerjaan yang baik), yaitu saat mencuci anggota  wudhu, mengakhiri shalat dengan salam,  memakai  pakaian, celana, sepatu, masuk masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, memendekkan kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut, keluar kamar mandi, makan, minum, bersalaman, mengusap hajar Aswad, atau perkara baik semisal itu, maka disunnahkan mendahulukan yang kanan.

Monday, 20 August 2018

Musik, Nyanyi dan Menari itu Haram ?

MUSIK, NYANYI, DAN MENARI ITU HARAM?...
Para Sahabat, Tabi'in, Tabi'it tabi'in(serta 4 madhab) saja melakukan...😊

1. Sikap para Sahabat
ABDULLAH BIN AUF, dia berkata: “Aku menghampiri pintu rumah Umar bin Al Khathab, kemudian aku mendengar ia sedang bernyanyi, aku minta izin masuk ke rumahnya, beliau berkata, “Apakah engkau mendengar apa yang aku nyanyikan tadi?, “ Aku menjawab, “Ya.” Beliau berkata:” Sesungguhnya aku, apabila sedang kesepian, aku juga sering bersenandung seperti orang lain juga.” (Tafsir al Alusi, 21/71)

KHAWAT BIN JUBAIR, dia berkata: “Aku pergi haji bersama Umar bin al Khathab, kami berangkat dengan berkendaraan bersama Abu Ubaidah bin al Jarrah, Abdurrahman bin Auf, tiba-tiba manusia berkata, “Nyanyikanlah buat kami syairnya dhirar, “ lalu Umar menanggapi, “Biarkanlah mereka wahai Abu Abdillah”, maka mereka pun bernyanyi sesuka seleranya –yaitu syair dhirar. Aku pun terus menyanyikan lagu buat mereka, sampai waktu sahur tiba, dan Umar berkata, “Sudahilah nyanyianmu wahai Khawat, karena kita sudah hampir waktu sahur.” (Al Ishabah, I/457,Al Baihaqi, V/69)

Riwayat ini, nampak bukan hanya Umar saja yang mendengarkan nyanyian, tetapi Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan Saad bin Abi Waqqash, dan kedunya merupakan termasuk sahabat yang mubasysyiruna bil jannah (diberitakan akan masuk surga).

Imam Ibnu Thahir meriwayatkan dari Zaid bin Aslam dari Ayahnya, bahwa Umar ra. lewat di depan orang yang sedang bernyanyi, kemudian beliau berkata: “Nyanyian adalah bekal bagi musafir.” (Muhammad bin Thahir al Maqdisy, hal. 42)

Diterima dari Yahya bin Abdurrahman, dia berkata, “Kami berhaji bersama Umar dalam haji Akbar, hingga sampai di suatu tempat bernama Rauha’, lalu Ribah bin al Mu’tarif yang terkenal merdu suaranya dalam menyanyikan lagu Arab Badui diminta oleh orang-orang: “Perdengarkanlah suaramu kepada kami dan menarilah,” Dia menjawab: Aku harus jauh karena malu terhadap Umar.” Kemudian orang-orang meminta izin kepada Umar bin Khathab, dan berkata: “Kami minta kepada Ribah untuk menyanyikan lagu dan menari buat kami selama istirahat diperjalanan, tetpi dia tidak mau tanpa seizinmu.” Maka Umar berkata kepada Ribah; “Wahai Ribah bernyanyi dan menarilah untuk mereka, tetapi jika sudah waktu sahur, hendaknya berhentilah.”(An Nihayah, 190/4)

Dan Ribah membiarkan mereka mendengarkan syair Dhirar bin Khatthab, lalu ribah meninggikan suaranya (‘uqayrah) dan terus bernyanyi padahal mereka semua sedang ihram!” (Ibnu Thahir, hal. 41-42)

Az Zubair bin Bakkar menceritakan, bahwa sayidina Umar ra. lewat dihadapan Ribah bin al Mu’tarif, lalu berkata kepadanya, “Ada apa ini?”, lalu Abdurrahman bin ‘Auf menjawab, “Suatu hal yang biasa, sekedar untuk mempersingkat perjalanan kita,” Kemudian Umar berkata, “Kalau begitu bernyanyilah dengan syairnya Dhirar bin al Khatthab.( Sunanul Kubra, 10/224)

Sikap Utsman bin Affan ra.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Abu Hasan al Mawardi mengatakan “Bahwa Utsman bin Affan memiliki dua jariyah yang sering mendendangkan nyanyian untuknya, apabila datang waktu Sahur, beliau berkata kepada keduanya: “Berhentilah, sekarang sudah waktunya istighfar.” (Al ittihaf as sadah al muttaqin, 7/567)

Sikap Abdullah bin Ja’far ra.
Abdullah bin Ja’far terkenal sebagai sahabat nabi yang suka mendengarkan nyanyian dengan mengunakan musik. Al ‘Allamah Kamaluddin Abul fadhl Ja’far bin Tsa’lab al Adfawy mengatakan dalam al imta’: Adalah Abdullah bin ja’far bin Abi Thalib, dia cukup terkenal dalam hal mendengarkan nyanyian dan lagu. Banyak para ahli fiqih, huffazh, dan ahli tarikh yang menimba ilmu darinya.
Imam Ibnu Abdil Barr berkata: “Beliau berpandangan bahwa dalam nyanyian itu tidak ada masalah apapun.” (Al Isti’ab, 2/276)

Abdullah bin ja’far pernah bermalam di rumah Mu’awiyah. Ia sangat dihormati luar biasa oleh Mu’awiyah, sampai isteri Mu’awiyah jengkel. Ketika datang malam, Abdullah bin Ja’far bernyanyi hingga suaranya terdengar ke luar kamar. Berkatalah isteri Mu’awiyah: “Apakah engkau dengar sesuatu dari kamar orang yang sangat kau hormati, sekan ia daging dan darahmu?” lalu Mu’awiyah mendengarkannya hingga ia meninggalkan Abdullah bin Ja’far. Pada akhir malam Mu’awiyah mendengar bacaan Al Quran dari Abdullah bin Ja’far, lalu ia mendatanginya dan berkata: “Perdengarkanlah kepadaku apa yang engau dendangkan semalam.” (Ibid)
Az Zubeir bin Bakr menceritakan bahwa Abdullah bin ja’far sering ke kedai Manzil Jamilah, sebuah kedai yang terkenal pada masa sahabat, di dalamnya sering diperdengarkan nyanyian dari seorang penyanyi. (Ihya’, 7/566)

Imam Asy Syaukani dalam Nailul Authar-nya berkata: “Penduduk Madinah dan orang-orang yang menyetujuinya dari kalangan ulama Ahli Zhahir dan sejumlah ahli tasawwuf berpendapat membolehkan nyanyian. Meskipun dengan ‘Aud dan seruling. Abu Manshur al Baghdadi Asy Syafi’i menceritakan dalam As Sima’ bahwa Abdullah bin Ja’far tidak menganggap terlarang masalah nyanyian, bahkan ia membuat lagu untuk budak-budak perempuannya, serta mendengarkan nyanyian mereka dengan menggunakan alat musiknya, Ini terjadi pada masa kekhalifahan Ali radhiallahu ‘anhu .”

Sikap Abdullah bin Zubeir ra.
Dia adalah anak dari Zubeir bin Awwam ra. dan Asma’ binti Abu Bakar. Ia wafat di tangan gubernur zalim Al Hajjaj pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan tahun 73H. Banyak manusia meriwayatkan hadits darinya. Imam Ibnu Daqiq al Id meriwayatkan dalam Iqtinash Sawanih dengan sanadnya dari Wahhab bin Sannan, di berkata: “Aku mendengar Abdullah bin Zubeir bersenandung dengan nyanyian.”
Imam Haramain (dalam An Nihayah) dan Ibnu Abid Dunya mengatakan, menurut perkataan yang bisa dipercaya dari para sejarawan, mereka menukil bahwa Abdullah bin Zubeir memiliki beberapa ‘Aud (gitar zaman dulu). Ketika Ibnu Umar masuk ke rumahnya dan melihat ‘Aud itu, ia bertanya: “Apa ini wahai sahabat Rasulullah?” lalu Abdullah bin Zubeir memberikan ‘Aud itu kepada Ibnu Umar, dan dia mengamatinya. Lalu bertanya: “Apakah ini timbangan negeri Syam?” Abdullah bin Zubeir menjawab, “Ini timbangan untuk akal.”

Al ‘Allamah Abu Umar al Andalusi meriwayatkan dalam Al ‘Aqd , bahwa Abdullah bin Umar pernah datang ke rumah Abdullah bin Ja’far, lalu di dapatinya seorang budak perempuan milik Abdullah bin Ja’far yang di dalam kamarnya terdapat alat musik ‘Aud (kecapi). Kemudian Abdullah bin Ja’far bertanya kepada Ibnu Umar, “Apakah Anda menganggapnya terlarang?” Ibnu Umar menjawab: “Tidak apa-apa.”

Sikap Mu’awiyah ra. dan Amr bin al ‘Ash ra.
Dalam Al Hawy, diceritakan oleh Al Mawardi, bahwa Mu’awiyah dan Amr bin al Ash sering mengunjungi Abdullah bin Ja’far, yang dilihatnya sering sibuk dengan nyanyian, dan mereka menasihatinya. Mereka berdua pernah datang untuk bertanya kepada Abdullah bin Ja’far, ketika mereka berdua masuk ke rumah Ibnu Ja’far, semua jariyah terdiam. Berkatalah Mu’awiyah kepada mereka, “Saya harap kalian kembalilah bernyanyi seperti tadi.” Maka, Jariyah-jariyah kembali bernyanyi untuk Mu’awiyah, terlihat Mu’awiyah menggerak-gerakan kakinya di kursi. Lalu, Amr bin al Ash bertanya, “Apa yang sedang kau nikmati?” Mu’awiyah menjawab: “Wahai Amr, sesungguhnya orang mulia sedang bernyanyi.”
Imam Ibnu Qutaybah juga meriwayatkan bahwa Mu’awiyah pernah menemani anaknya –Yazid- yang sedang memainkan ‘Aud. Mu’awiyah menemaninya dengan memainkan tharb (rebab-alat musik pukul). Masih banyak lagi kisah tentang masalah ini dari Mu’awiyah ra.

Sikap Usamah bin Zaid ra.
Dari Abdullah bin al Harits bin Naufal, beliau berkata, “Aku melihat Usamah bin Zaid sedang duduk di masjid dengan mengangkat sebelah kakinya di atas yang lainnya, ia sedikit meninggikan suaranya bersenandung.” Abdullah bin Al Harits berkata, “Saya kira beliau sedang bersenandung dengan nyanyian syair An Nashab.” (Riwayat Abdurrazzaq, 11/5, Al Atsar, 91739. Al Baihaqi, 10/224)

Sikap Abdullah bin Al Arqam ra.
Dalam As Sunan-nya Imam al Baihaqi, meriwayatkan dari Az Zuhri dari Ubaid bin Abdillah bin Utbah: “Sesungguhnya Ayahnya menceritakan kepadanya bahwa beliau pernah mendengar Abdullah bin al Arqam meninggikan suaranya dan beliau bersenandung.” Abdullah bin Utbah berkata: “Demi Allah, setahu saya, tidak pernah saya melihat dan menemukan orang yang paling takut kepada Allah selain Abdullah bin al Arqam.”(As Sunan al Kubra, 10/225)

Sikap Imran bin Hushain ra.
Imam Bukhari meriwayatkan dalam Adabul Mufrad, dari Mathraf bin Abdullah, ia berkata: Aku ditemani Imran dari Kuffah ke Bashrah, sedikit-dikit ia bersenandung dengan melantunkan syair.(Adabul Mufrad, 124)

Abdur Razzaq meriwayatkan, sebenarnya dari Bashrah ke Makkah beliau melantunkan nasyid setiap hari, kemudian ia berkata kepadaku: “Sesungguhnya syair itu sama dengan ucapan, dan setiap ucapan ada yang baik dan ada juga yang batil.” (Abdurrazzaq, XI/5, Al Atsar no. 19740)

Sikap Bilal bin Rabah ra.
Imam Abdur Razzaq meriwayatkan, juga Imam Baihaqi dengan sanadnya : Abdullah bin az Zubair berkata sambil bersandar: “Wahai Bilal bernyanyilah!” Kemudian seorang bertanya: “Bernyanyi?” Kemudian dia duduk dengan tegak, dan berkata: “Tiada seorang pun Muhajirin yang belum pernah mendengar Bilal menyanyikan An Nashab?”

Sikap Hasaan bin Tsabit ra.
Penulis kitab al Aghani meriwayatkan dalam al Kamil dan juga yang lainnya, dari Kharijah bin Zaid, dia mengatakan kami diundang dalam sebuah pesta pernikahan, di sana hadir pula Hassan bin Tsabit, saat itu sudah buta, ia bersama anaknya –Abdurahman. Setelah selesai makan, tuan rumah mendatangkan dua jariyah penyanyi, Rab’ah dan ‘Izzah al Maila’. Keduanya mengambil alat musik lalu menabuhnya dengan merdu dan indah serta menyanyilan syairnya Hassan bin Tsabit.
Ketika Hassan mendengar syair tersebut ia berkata: “Sungguh kini aku bisa melihat dan mendengar.” Matanya mulai berkaca-kaca. Ketika dua jariyah itu berhenti menyanyi, air matanya mengering, ketika bernyanyi, ia menangis lagi. Aku melihat Abdur Rahman mengahmpiri dua jariyah tersebut dan berkata, “Teruslah nyanyikan syair ini.”(Al Aghani, 17/176-179)

Sikap sahabat-sahabat yang lain
Sahabat lain yang mendengarkan nyanyian di antaranya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, kisahnya ada dalam Ash Shahihain. Abdullah bin Umar dalam riwayat Ibnu Hazm dan Ibnu Thahir, Barra bin Malik yang diriwayatkan oleh al Hafizh Abu Nu’aim dan ibnu Daqiq al Ied, An Nu’man bin Basyir yang diriwayatkan oleh ahli lagu dan al Aqd serta Syarhul Miqna, Abdullah bin Amr yang diriwayatkan oleh Zubair bin Bakr dalam kitab al Mawfiqiyyat, juga ‘Aisyah, banyak hadits-hadits yang menceritakan bahwa beliau suka mendengarkan nyanyian. (Al ittihaf, VII/568)

2. Sebagian Tabi’in membolehkan Bernyanyi dan Mendengarkannya
Mereka adalah murid-murid para sahabat nabi, merekalah pengisi zaman khairul qurun (sebaik-baiknya masa) yang kedua setelah masa sahabat nabi.
Sikap Said bin Al Musayyib rah.
Ia adalah tabi’in utama, setelah Uwais al Qarny. Sebagian lagi mengatakan ia adalah junjungan para tabi’in. Ia termasuk tujuh ahli fiqih (Fuqaha as Sab’ah) Madinah pada zamannya. Ternyata beliaupun pernah mendengarkan nyanyian.
Dari Ibrahim bin Muhammad al Abbas al Muthallibi, bahwa Said bin al Musayyib pernah melewati suatu tempat di Makkah, dan beliau mendengar Al Akhdhar sedang menyanyikan sebuah syair di Darul ‘Ash bin Wail.
Kemudian Said menepuk Nu’man dengan kakinya. Kemudian Nu’man berkata: “Ini, Demi Allah! Hanya untuk didengarkan dan dinikmati saja.” Lalu, Said bin al Musayyib menjawab dengan menyanyikan syair. Kisah ini juga dikutip oleh Ibnul Jauzy dalam
Talbisul Iblis, dan Ath Thabrani serta As Sam’ani dalam Awail adz Dzail.
Sikap Salim bin Abdullah rah.
Imam Ibnu Thahir mengatakan, dengan sanadnya yang sampai pada Abdul Aziz bin Abdul Lathif dia berkata, ayahku mengatakan: “Aku pernah masuk ke rumah Salim bin Abdullah bin Umar. Di sana ada Asy’ab yang sedang menyanyikan syair, lalu Salim berkata kepada Asy’ab: “Ulangi lagi untukku.” Maka Asy’ab melanjutkan sampai selesai.
Kemudian Salim berkata: “Demi Allah, kalaulah engkau tidak bergantian mengisahkan syair ini, niscaya akan aku beri hadiah untukmu.”

Sikap Qadhi Syuraih rah.
Dinukil dari Abu Manshur al Baghdadi dalam As Sima’ menceritakan tentang Qadhi Syuraih, bahwa beliau menyusun syair, mendendangkan dan mendengarkannya sendiri dengan penuh penghayatan.

Sikap Kharijah bin Zaid rah.
Tentang kisahnya mendengarkan musik sudah kami sebutkan dalam Sikap Hassan bin Tsabit ra diatas.

Sikap Said bin Jubair
Al hafizh Abu Fadhl Muhammad bin Thahir menceritakan dengan sanadnya yang sampai kepada al Ashmu’i tentang Al Qadhi Said bin Jubair; Isteri Amr bin Al Asham menceritakan: “Kami melewati sebuah tempat dan di samping kami ada Said bin Jubair dan di antara kami ada seorang jariyah yang bernyanyi dengan memukul duff, dan mendendangkan syair.

Sikap Amir Asy Sya’bi rah.
Dalam Shafwat at Tashawwuf
disebutkan, Amr bin Abi Zaidah menceritakan: “Asy Sya’bi lewat di depan jariyahnya yang sedang bernyanyi, Asy Sya’bi menyenanginya, namun jariyah itu diam ketika melihat Amir Asy Sya’bi. Lalu Asy Sya’bi berkata: “Tinggikan ujung lagu itu.”

Sikap Ibnu Abi ‘Atiq rah.
Dalam Al Mawfiqiyat Thayyibah, disebutkan bahwa Ibnu Abi ‘Atiq pernah masuk ke rumah Jariyah di kota Madinah, yang mendendangkan nyanyian kepada Ibnu Suraij.
Kemudian Ibnu Abi ‘Atiq meminta jariyah itu mengulangi nyanyiannya, tetapi jariyah tersebut menolaknya, sehingga Ibnu Abi ‘Atiq keluar rumah karena kesal. Kisah ini sangat tenar dan sanadnya kuat.

Sikap ‘Atha bin Abi Rabah rah.
Imam al Baihaqi mengatakan, dengan sanad sampai Ibnu Juraij, aku pernah bertanya kepada ‘Atha tentang masalah syair yang diiringi musik, beliau menjawab: “Aku berpendapat hal itu tidak mengapa, selama tidak terdapat hal yang buruk di dalamnya.”

Muhammad bin Ishaq al Faqihy dalam Tarikh Makkah, menceritakan bahwa ketika Imam Atha’ mengkhitan anaknya, di dalamnya ada nyanyian dua orang pemuda yakni al ‘Aridh dan Ibnu Suraij. ‘Atha menyukai suara Ibnu Suraij sehingga ia berkata: “Yang terbaik di antara kalian adalah yang lembut suaranya yaitu Ibnu Suraij.”

Sikap Umar bin Abdul Aziz rah.
Ibnu Qutaibah meriwayatkan dari Ishaq tentang Umar bin Abdul Aziz. Ishaq ditanya tentang nyanyian menurut Umar bin Abdul Aziz. Dia mengatakan: “Ketika menjadi khalifah tidak pernah sama sekali mendengarkan nyanyian, sedangkan ketika masih menjadi pangeran beliau menyediakan waktu khusus untuk mendengar nyanyian tapi yang baik-baik saja. Dia sendiri yang mendendangkan dan memainkan alat musiknya. Di kamarnya ada tharb (gendang), kadang-kadang ia memukul tharb itu dengan kakinya.”

Dalam Al Mawfiqiyat, Zubair bin Bakr mengatakan saya pernah mendengar paman mengatakan, “Saya pernah bertemu orang-orang Madinah yang menyanyikan lagu yang disandarkan sebagai gubahan Umar bin Abdul Aziz.”
Al Adfawi menceritakan bahwa Umar bin Abdul Aziz, sebelum menjadi khalifah, suk mendengarkan budak-budaknya bernyanyi.

Sikap Sa’ad bin Ibrahim rah.
Ibnu Hazm menceritakan tentang pendapat Sa’ad bin Ibrahim, bahwa ia termasuk tabi’in yang membolehkan nyanyian.

3 . Para Imam generasi tabi’ut tabi’in
juga membolehkan nyanyian

Sikap Ibnu Juraij rah.
Dalam At tadzkirah al Hamduniyah diceritakan oleh Daud al Makky, bahwa Ibnu Juraij sedang mengisi ta’lim, dan di dalamnya ada rombongan dari Irak di antaranya ada Abdullah bin Mubarak. Kemudian ia menghadap ke jamaah dari Irak, “Apakah kalian tidak suka nyanyian?” mereka menjawab: “sesungguhnya di Irak kami tidak menyukai nyanyian.” Beliau bertanya, “Kalau bersenandung bagaimana?” mereka menjawab: “Bersenandung tidak masalah bagi kami.” Ibnu Juraij menimpali, “lalu, apa bedanya bersenandung dengan bernyanyi?”
Ar rukhshah fis Sima’: Ibnu Juraij bercerita, bahwa beliau pernah bermaksud pergi Jumat dan melewati sebuah rumah seorang penyanyi, kemudian ia singgah dan pemilik rumah keluar, dan duduk bersamanya di pinggir jalan. Ibnu Juraij berkata: “Bernyanyilah.” Maka menyanyialah ia, sampai Ibnu juraij mengalir air matanya hingga membasahi janggutnya, karena syairnya menceritakan kenikmatan surga.

Sikap Muhammad bin Sirin rah.
Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Ibnu ‘Aun (murid Ibnu Sirin). Beliau berkata: Pada keluarga Muhammad bin Sirin terdapat kumpulan malak (para suami) yang berkumpul-kumpul di saat senggang. Di saat Mumammad bin Sirin pulang ke rumah ia berkata kepada isterinya: “Di mana makananmu?” Ibnu ‘Aun berkata: “Yang dimaksud dengan mkanan adalah duff (rebana).” (Al Mushannaf, 4/193)

Sikap Imam Abu Hanifah rah.
Dalam Ibnu Abdi Rabbah dalam al ‘Aqd menyebutkan, Abu Hanifah berkata: “Adapun aku cukup menyukainya sebagai hutang yang mesti aku lunasi, dan aku berjanji pada pada diriku sendiri, bila dilantunkan lagu, aku akan mendengarkannya.”

Ibnu Qutaibah juga menceritakan tentang Abu Hanifah yang sering mendengarkan nyanyian dan musik tetangganya yang bernama ‘Amr. Hingga suatu hari ‘Amr dipenjara, mendengar dia dipenjara, Abu Hanifah pergi menemui khalifah meminta pembebasan ‘Amr.

Sikap Imam Malik rah.
Dalam Al Imta’ bi Ahkamis Sima’ disebutkan khalifah Harun ar Rasyid pernah bertanya kepada Ibrahim bin Said, “Apakah Anda tahu sikap Imam Malik terhadap musik?” Ibrahim menjawab: “Demi Allah, tidak! Tetapi ayahku pernah memberitahu bahwa dia pernah berkumpul pada undangan Bani Yarbu’. Saat itu mereka termasuk kaum yang lebih dalam pengetahuannya, sedangkan Malik paling sedikit ilmu dan kemampuannya, mereka membawa duff sambil bernyanyi dan bersenda gurau, sedangkan Malik hanya memegang duff. Beliau menyanyikan sebuah lagu untuk mereka.

Ar Ruyani meriwayatkan dari Al Qaffal bahwa madzhab Maliki memperbolehkan nyanyian dengan menggunakan alat-alat musik. Ustadz Abu Manshur al Faurani meriwayatkan dari Imam Malik kebolehan menggunakan ‘ Aud . Berkata Ibnu Thahir bahwa tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama Madinah tentang bolehnya memainkan ‘Aud/kecapi. Ibnu Nahwi dalam al Umdah menyatakan bahwa, Ibnu Thahir berkata, “Pendapat itu sudah menjadi ijma’ penduduk Madinah.”

Sikap Imam Asy Syafi’I rah.
Imam al Ghazali menerangkan dalam Al Ihya’, “pada dasarya madzhab ini tidak mengharamkan nyanyian.” Yunus bin Abdil A’la mengatakan, Aku bertanya kepada Imam Asy Syafi’i tentang dibolehkannya orang Madinah mendengarkan nyanyian dan musik, maka Imam Asy Syafi’i menjawab: “Sama sekali aku tidak tahu, ulama Hijaz mana yang melarang mendengarkan nyanyian kecuali yang jelas-jelas diharamkan, adapun bersenandung, Al athlal dan Al Marabi; itu adalah termasuk memperindah suara dengan dibarengi syair atau sajak, itu boleh-boleh saja.”
Al Mawardi meriwayatkan tentang kebolehan memainkan ‘Aud oleh sebagian ulama syafi’iyyah. Bahkan Ibnu Nahwi mengatakan jumhur ulama syafi’iyyah menyatakan kebolehannya. Hal ini juga dikatakan oleh Abu ishaq Asy Syairazi Asy Syafi’i.

Imam Ahmad bin Hambal rah.
Dalam al Fushul disebutkan: Ada riwayat yang shahih bahwa Imam Ahmad pernah mendengarkan nyanyian dari anaknya yang bernama shalih. Dia hanya membenci nyanyian yang diikuti sesuatu yang dibenci.
Pensyarah al Muqaffai mengatakan: diriwayatkan dari Ahmad, bahwa beliau mendengar sebuah ungkapan syair dari anaknya dan dia tidak mengecamnya. Anaknya bertanya kepadanya, “Wahai Ayah, bukankah engkau mengingkari dan membencinya?”. Imam Ahmad menjawab: “itu dituduhkan sebagai pendapatku, maka mereka melakukan sebuah kemungkaran bersamanya.”

Imam Sufyan bin ‘Uyainah rah.
Zubair bin Bakr bercerita dalam Al Mawfiqiyat , ketika beliau mengunjungi Ibnu jami’ di Makkah, Ibnu jami memberi mereka banyak harta, Sufyan bertanya, “Dengan apa kita membalas harta sebanyak ini?” mereka menjawab, “Dengan nyanyian saja.”

Sunday, 19 August 2018

Istilah Kantong Bocor

KANTONG BOCOR

Imam mesjidil haram almakki dalam khutbahnya mengatakan:

إحذروا الكيس المثقوب

Hati-hati dengan kantong yg bocor

" تتوضأ أحسن وضوء " لكــن. .. تسرف في الماء' كيس مثقْوب

Engkau telah berwudhu dgn sebaik-baik wudhu akan tetapi engkau boros memakai air, (itu sama dengan)
kantong bocor

" تتصدق عَلى الفقراء بمبلغ ثم .. تذلهم وتضايقهم *كيس مثقْوب.

Engkau bersedekah kepada fakir miskin kemudian, engkau menghina dan menyulitkan mereka, (itu seperti)
 kantong bocor

تقوم الليل وتصوم النهار وتطيع ربك" لكــن. .. قاطع الرحم كيس مثقْوب

Engkau sholat malam hari, puasa di siang hari,  dan mentaati tuhanmu,  tapi engkau memutuskan (tali) silaturrahmi, (jelas itu adalah)


 kantong bocor

تصوم وتصبر عَلى الجوع و العطش" لكـن .. تسب وتشتم وتلعن كيس مثقْوب

Engkau sabar dengan haus dan lapar,  tapi engkau menghina dan mencaci, (sama dengan)
kantong bocor

" تلبسين الطرحه والعباية فوق الملابس "لكـن .. العطر فواح كيس مثقْوب

Engkau memakai baju kerudung dan kebaya,  tapi minyak Wangi menyengat, (itu)
kantong bocor

تكرم ضيفك وتحسن إليه لكـن .. بعد خروجه تغتابه وتخرج مساوئه كيس مثقْوب

Engkau memuliakan tamumu dan berbuat baik kepadanya,  tapi setelah dia pergi engkau menggunjingkanya, (sungguh itu)
kantong bocor

أخيرا ً لا تجمعوا حسناتكم في كيس مثقْوب . تجمعوها بصعوبة من جهة .. ثم تسقط بسهولة من جهه أخرى..
يا رب اسألك لي ولأحبتي الهداية والغفران .

Pada akhirnya engkau hanya mengumpulkan kebaikanmu dalam kantong bocor,  satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah kemudian engkau menjatuhkannya dg mudah di sisi lain.

Ya Rabb, kami mohon hidayah dan ampunan atas kami dan orang-orang yg kami cintai

عجائب الشعب العربي :

Keganjilan-keganjilan kaum muslimin umumnya :

1- لايستطيع السفر للحج لأن تكلفة الحج مرتفعه .. لكن يستطيع السفر رغبةً في تغيير الجو !
 ألا إن سلعة الله غالية

1. Tidak mampu pergi haji karna biayanya besar,  akan tetapi sanggup pergi wisata mengganti suasana,
 bukankah perdagangan Allah itu mahal

2- لايستطيع شراء الأضحية لغلاء السعر لكن يستطيع شراء آيفون لمواكبة الموضة.
 ألا إن سلعة اللَّـه غالية

2. Tidak sanggup membeli hewan qurban karna harganya yg mahal,  tapi sanggup membeli iPhone sekedar ganti model.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

3- يستطيع قراءة محادثات تصل إلى ١٠٠ محادثه في اليوم ..
ولا يستطيع قراءة ١٠ آيات من القرآن بحجة ليس لديه وقت لقراءة القرآن
ألا إن سلعة الله غالية

Sanggup membaca chatingan hingga seratus percakapan tiap hari,  namun tidak sanggup membaca 10 ayat alquran  dengan dalih tiada waktu yg cukup untuk membaca.
bukankah perdagangan Allah itu mahal

قليل من سيرسلها لأنه يشعر بالحرج .

Sedikit yg mau menyebarkannya/ men share karena merasa berat..

تخيل ان الله يراك وانت تنشرها لاجله.

Angankan di benakmu bahwa Allah selalu melihatmu.. Dan engkau menyebarkannya karenaNya..

 اذا اعجبتك الفكرة ..  فانشرها .
وإذا لم تعجبك .. فمر كأنك لم ترى شيئا.

Jika engkau terpanggil sebab tulisan ini maka sebarkanlah.. Namun jika tidak maka anggap engkau tidak pernah lihat..

ياربu من يرسلها ترزقه من حيث لايحتسب

Ya Robb... Siapa yg mau menshare tulisan ini berilah rizki dari arah yg tidak disangka-sangka.. aamiin

Manusia Terbaik dalam Sejarah

Manusia terbaik dalam sejarah  !!!❕adalah :
NABI MUHAMMAD SAW, beliau tak punya banyak pelayan, namun dipanggil dengan sebutan Baginda

Beliau tak bersekolah
namun disebut Sang MAHA GURU

Beliau tak memiliki obat namun mereka menyebutnya tabib

Beliau tak memenangkan pertempuran militer, namun berhasil menaklukkan dunia

Beliau tak melakukan kejahatan , namun mereka membuatnya menderita

Beliau telah dimakamkan di Madinah,
namun tetap hidup hingga kini.



Jika kamu merasa bersyukur atas segala Rahmat Allah,
jangan merasa berat....?
Tunaikanlah ibadah haji sebelum tidur....

Ini sangat menarik, tolong luangkan  2 menit saja untuk membacanya.

★suatu hari Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Sayyidina Ali ( R.A. ) :
 
Wahai Ali, lakukanlah 5 hal ini sebelum tidur...

1. Berikan sedekah 4000 Dinar,   
kemudian tidurlah.

2. Khatamkan Quran, lalu tidur.

3. Belilah surga, lalu tidurlah.

4. Perbaikilah hubungan dua orang  yang tengah berselisih,  kemudian tidurlah.

5. Tunaikanlah satu kali haji,  lalu tidurlah.

★Sayyidina Ali pun menjawab,
Ya Rasulallah !
Mana mungkin aku bisa melakukannya ?
 
Lalu nabi SAW menjawab :

4 kali membaca Al Fatihah adalah sama dengan sedekah  4,000 Dinar.

3 kali membaca surah Al Ikhlas  sama nilainya dengan menamatkan satu Al-Qur'an.

3 kali membaca Shalawat ( minimal membaca Sallallahu 'Ala Muhammad) adalah harga surga.

10 kali bacaan istighfar sama nilainya dengan menyambungkan silaturrahim dua orang yg berselisih.

4 kali membaca Subhanallah,
  WAlhamdulillah, WaLaa ilaaha ilallah, WAllahu Akbar sama dengan menunaikan satu kali Haji.

★Lalu Sayyidina Ali pun berkata
Ya Rasulallah SAW !
Kini aku akan menjalankan semua
nasehatmu ini sebelum tidur !

★Hanya butuh kurang dari lima menit untuk menjalankannya, namun lihatlah semua kebaikan amalan tersebut!

Siapa tak ingin menorehkan semua kebajikan itu dalam buku catatan amal baiknya?

★untuk mengingatkan seseorang akan amalan ini, cara termudah adalah dengan menuliskan kesemua dzikir tersebut pada sehelai kertas, untuk dibaca sebelum tidur, dan tempelkan di dekat tempat tidur Anda, untuk dibaca 😊....
Dan tentu saja, dengan niat mengingat Allah ....

Indahnya jika Anda mau berbagi tulisan ini sebanyak Muslim yang Anda kenal, karena jika atas usaha Anda seseorang menjalankan amalan2 ini, maka Anda pun akan menerima pahala dan kebaikannya ...

     In sya ALLAH.
     Aamiin...YaRobbal 'Aalamiin...

Suratul Faatihah melindungi seseorang dari kemurkaan Allah

Surah Yasiin melindungi seseorang dari kehausan pada hari pengadilan.

Suratul Waaqi'ah melindungi seseorang dari kefakiran dan kelaparan.

Surah Al-Mulk melindungi manusia dari azab kubur.

Surat Al-Kautsar melindungi seseorang dari kejahatan musuh.

Surat Al-Kaafiruun melindungi dari kekafiran saat ajal menjemput.

Surat Al-Ikhlaas melindungi seseorang dari kemunafikan.

Surat Al-Falaq melindungi seseorang dari marabahaya.

Surat An-Naas melindungi seseorang dari pikiran jahat.

Seandainya seseorang mengindahkan amalan2 dalam pesan yang Anda kirimkan ini dan mengamalkannya, Andapun akan meraih kebaikan karena telah menyampaikannya...

Saran saya Jangan tunggu nanti.
Kirimkan sekarang !
   
Semoga Allah melimpahkan kesuksesan untuk setiap orang yang telah mengamalkan dan menyampaikan pesan ini.
"Aamiin Yaa  Robbal Aalamiin "

Kisah Teladan : Pelajaran Berharga dari Aisyah



Pelajaran Berharga dari Aisyah




Aisyah adalah istri Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi. Sehingga banyak kisah kehidupan Rasulullah yang bisa kita ketahui dan teladani dari beliau.

Aisyah adalah manusia biasa, sama seperti kita. Tapi Aisyah punya banyak keistimewaan yang membuatnya pantas menjadi ummul mukminin, pendamping Rasulullah.

Berikut ini adalah kisah-kisah yang menggambarkan sisi-sisi manusiawi seorang Aisyah, disamping keistimewaan dan perjuangan beliau dalam meraih derajat wanita mulia.

###```

*BIARKAN AKU IKUT PERDAMAIAN DI ANTARA KALIAN*

```Rasulullah selalu berusaha menyenangkan dan membahagiakan istrinya.

Suatu ketika Abu Bakar, meminta izin untuk menemui Rasulullah. Tiba-tiba dia mendengar Aisyah berbicara kepada Nabi dengan nada yang cukup tinggi.

Segera Abu Bakar menegur,
"Wahai putriku! Mengapa engkau berani berbicara kepada Rasulullah dengan suara keras seperti itu?"
Dan Abu Bakar pun memarahi Aisyah. Terjadilah perdebatan kecil diantara mereka.

Melihat hal ini, Rasulullah segera melerainya. Kemudian Abu Bakar pulang. Sedangkan Rasulullah berusaha menghibur dan menenangkan Aisyah.

"Bukankah engkau melihat sendiri, aku telah melindungimu dari kemarahan ayahmu?"

Beberapa saat kemudian Abu Bakar datang menemui Rasulullah. Kali ini dia mendengar beliau sedang tertawa-tawa dengan Aisyah.

Maka Abu Bakar berkata,
"Biarkanlah aku ikut merasakan perdamaian di antara kalian, sebagaimana aku ikut dalam perselisihan kalian tadi." (HR Abu Dawud)

Demikianlah.. Rasulullah adalah seorang suami yang bijak dalam menghadapi kemarahan seorang istri. Ketika istri marah-marah, bukan dihadapi dengan emosi, melainkan dihadapi dengan penuh kesabaran dan ketenangan. Beliau mampu mengubah perselisihan menjadi perdamaian yang penuh canda tawa.

###```

*SESUNGGUHNYA ENGKAU BERAKHLAQ MULIA*

```Aisyah menyaksikan sendiri kemuliaan akhlak Rasulullah salallahu alaihi wasallam. Sebagaimana disampaikan dalam Al Quran :
"Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Al Qalam 4)

Aisyah berkata,
"Rasulullah salallahu alaihi wasallam tidak pernah memukul apapun dengan tangannya. Beliau tidak pernah memukul istri, atau pelayan, atau siapapun. Beliau hanya memukul ketika berjihad di medan perang.

Beliau juga tidak pernah membalas dendam terhadap orang yang menyakitinya, kecuali jika aturan Allah dilanggar. Saat itulah beliau membalasnya karena Allah azza wa jalla." (HR Muslim)

Meskipun Rasulullah salallahu alaihi wasallam sangat sibuk dengan ibadah dan mengurusi berbagai persoalan umat, namun beliau tetap tampil sebagai suami yang ideal.

Beliau masih sempat membantu istrinya menyelesaikan urusan rumah.

Aisyah pernah ditanya tentang apa yang dikerjakan Rasulullah jika di dalam rumah. Dia menjawab,
"Beliau membantu pekerjaan istrinya, sampai terdengar azan, barulah beliau keluar rumah." (HR Bukhari).

Pernah Aisyah kesulitan menaiki unta, sehingga dia menarik-narik untanya. Melihat hal ini Rasulullah salallahu alaihi wasallam berkata,

"Hendaknya engkau bersikap lembut, karena kelembutan dalam segala sesuatu hanya akan menambahnya lebih indah. Dan jika kelembutan hilang dari sesuatu, maja akan membuatnya bertambah jelek."

Demikianlah Rasulullah menegur Aisyah dengan bijak, sekaligus mengajarkan untuk selalu bersikap lembut sekalipun itu terhadap hewan.

Urwah bin Zubair meriwayatkan bahwa Aisyah berkata: Suatu ketika beberapa orang Yahudi menemui Rasulullah salallahu alaihi wasallam.

Mereka, orang-orang Yahudi itu, berkata :
"As-saamu 'alaikum."
Kalau diterjemahkan artinya: Semoga kematian menghampirimu.

Aisyah menangkap maksud perkataan mereka ini. Maka dia langsung menjawab :
"Wa alaikumus salam wal la'nah."
(Begitu juga kalian, semoga kematian dan laknat menghampiri kalian).

Mendengar hal ini, Rasulullah berkata,
"Tenanglah, wahai Aisyah. Sesungguhnya Allah menyukai kelembutan dalam segala sesuatu."
"Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak mendengar apa yang mereka katakan tadi?"
Beliau menjawab,
"Ya, aku sendiri menjawabnya : Wa alaikum (Dan kalian juga)."

Rasulullah juga sangat tulus dan objektif. Meskipun beliau mencintai Aisyah, tetapi beliau tetap menegurnya jika salah.

Pernah suatu ketika Aisyah karena cemburu kepas Shafiyyah binti Huyay, maka dia menyindir kekurangannya di hadapan Rasulullah sebagai berikut:
"Cukuplah engkau mengetahui kekurangan Shafiyyah, bahwa dia itu pendek."

Maka Rasulullah pun menegur Aisyah,
"Sesungguhnya engkau telah mengatakan kata-kata yang apabila dicampur dengan air laut, maka air laut akan tercemar olehnya. "

###```

*KECERDIKAN AISYAH*

```Suatu malam, Rasulullah membuka baju luarnya dan melepas sandal dan meletakkan di dekat kakinya. Kemudian beliau berbaring di sebelahku pelan-pelan, karena mengira aku telah tidur pulas. Beliau tampaknya khawatir membangunkanku.

Tiba-tiba, beliau bangun dan memakai baju luarnya serta sandalnya dengan pelan-pelan, lalu keluar dan menutup pintu pelan-pelan.

Aku segera mengambil penutup kepala dan mengarungkan kain hitam pada bagian atas tubuhku (agar tersamar), lalu membuntuti beliau dari belakang.

Ternyata Rasulullah menuju kuburan Baqi'. Di sana beliau berdiri lama sekali, kemudian terlihat beliau mengangkat kedua tangannya tiga kali, lalu membalikkan tubuhnya.

Maka akupun segera membalikkan tubuhku. Ketika kulihat beliau mempercepat jalannya, maka akupun berjalan lebih cepat lagi.

Ketika beliau setengah berlari, maka aku pun melakukan hal yang sama. Ketika beliau berlari, maka aku pun berlari.

Akhirnya aku sampai di rumah lebih dulu daripada beliau dan langsung masuk rumah.

Aku baru saja membaringkan tubuh di atas tempat tidur, saat Rasulullah muncul.

"Ada apa denganmu Aisyah? Mengapa napasmu tersengal-sengal?"
"Tidak ada apa-apa."
"Engkau mau memberitahuku atau biar Allah saja yang memberitahuku?"
Maka akupun menceritakan apa yang baru saja kulakukan.

Mendengar hal itu, Rasulullah berkata,
"Berarti bayangan hitam yang ada di depanku tadi itu engkau?"
"Benar."

Rasulullah tampak amat sangat marah.
"Apakah engkau mengira Allah dan RasulNya akan mendzalimimu?"

Aku berkata dalam hati 'Sehebat apapun aku menyembunyikannya maka Allah pasti mengetahuinya,' maka saat itu juga aku menjawab,
"Benar."

Rasulullah menjelaskan,
"Sesungguhnya tadi Jibril datang kepadaku. Ia memanggilku dengan suara yang tidak engkau dengar, lalu aku menjawabnya tanpa terdengar olehmu. Dia tidak mungkin masuk, karena engkau telah bersiap tidur.
Saat itu aku mengira engkau tertidur lelap. Aku khawatir mengganggu tidurmu dan mengagetkanmu.

Jibril berkata, 'Sesungguhnya Tuhanmu menyuruh agar engkau datang ke pekuburan Baqi' untuk memohonkan ampunan bagi orang-orang yang dimakamkan disana.'"

Mendengar penuturan itu aku lalu bertanya,
"Lantas apa yang harus kukatakan jika datang ke pekuburan?"

Beliau menjawab,
"Kesejahteraan bagimu wahai para penghuni kubur, yang terdiri dari orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah mengasihi semua yang telah mendahului dan yang akan menyusul di kemudian hari di antara kita. Dan sesungguhnya InsyaAllah kami akan menyusul kalian."
(HR Muslim)

Di sini kita bisa melihat betapa cerdiknya Aisyah. Ketika dia tahu bahwa Rasulullah marah padanya, maka ia berusaha mengalihkan pembicaraan dari faktor yang memicu kemarahan beliau kepadanya ke perkara lain.

###```

*KECEMBURUAN AISYAH*

```Aisyah sangat mencintai Rasulullah salallahu alaihi wasallam, sekaligus sangat cemburu kepada beliau.

Aisyah menceritakan:
Pada suatu malam, Rasulullah keluar rumah. Aku langsung cemburu. Ketika pulang, beliau melihat kecemburuanku itu. Beliau bertanya,
"Ada apa denganmu, wahai Aisyah? Apakah engkau cemburu?"
Aku menjawab,
"Bagaimana mungkin orang sepertiku tidak cemburu kepada orang sepertimu?"
Rasulullah berkata,
"Apakah setanmu telah datang lagi?"
"Wahai Rasulullah, apakah ada setan bersamaku?"
"Ya."
"Apakah setiap orang juga disertai setan?"
"Ya."
"Lalu, bagaimana denganmu ya Rasulullah?"
"Ya. Aku juga sama. Hanya saja Allah menolongku dengan membuatnya masuk Islam."
(HR Muslim).

...

Suatu ketika Ummu Salamah menyuruh seorang pelayan mengirim makanan dalam nampan untuk Rasulullah dan para sahabatnya.

Saat itu Rasulullah sedang berada di rumah Aisyah. Tiba-tiba Aisyah yang berada di dekat beliau, memukul nampan itu hingga jatuh dan pecah.

Rasulullah memungut makanan yang berserakan seraya berkata,
"Makanlah, ibu kalian sedang cemburu."

Lalu beliau mengambil nampan baru milik Aisyah dan menyerahkannya kepada pelayan tersebut untuk menggantikan nampan yang pecah. Sedangkan nampan yang pecah tetap disimpan di situ. (HR Bukhari).

...

Aisyah berkata:
Aku tidak pernah cemburu sebesar cemburuku pada Khadijah. Padahal aku tidak pernah melihatnya. Masalahnya Rasulullah selalu menyebut-nyebut namanya. Bahkan apabila beliau menyembelih kambing, maka beliau memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, lalu membagi-bagikannya kepada teman-teman Khadijah.

Aku pun mengomentari hal ini,
"Seperti tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah."
Maka beliau menjawab,
Sesungguhnya Khadijah adalah begini, begini, dan aku mendapat keturunan darinya."

Aku pernah membuat Rasulullah marah karena berkata,
"Lagi-lagi Khadijah!"

Beliau berkata,
"Sesungguhnya aku sangat mencintainya."

Duh..meleleh mendengarnya. (-red)

Dalam riwayat yang lain Aisyah berkata,
Suatu hari Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah, minta izin bertemu dengan Rasulullah salallahu alaihi wasallam.

Mendengar suaranya, Rasulullah teringat dengan suara Khadijah, sehingga beliau tampak senang dengannya.
Beliau segera sadar dan bergumam,
"Ya Allah, dia itu Halah binti Khuwailid."
Aisyah cemburu dan berkata,
"Apa yang engkau ingat dari seorang wanita tua, padahal Allah telah memberimu pengganti yang lebih baik darinya?"

Aku melihat beliau sangat marah dengan kata-kataku itu, hingga aku gemetar ketakutan. Dalam hati aku berdoa, 'Ya Allah, seandainya Engkau menghilangkan kemarahan Rasul-Mu kepadaku, maka aku tidak akan pernah menjelek-jelekkan Khadijah lagi.'

Sepertinya Rasulullah mengerti perasaanku. Beliau berkata,
"Demi Allah, Khadijah beriman kepadaku ketika semua orang mendustakanku, melindungiku ketika semua orang menolakku, dan aku mendapat keturunan darinya.

Begitulah.. sungguh mengherankan Aisyah sangat cemburu kepada seorang wanita tua yang telah meninggal dunia. Namun besarnya cinta Rasulullah kepadanya, membuat Aisyah bisa meredam kecemburuannya itu.

###```

*KEDUDUKAN AISYAH DI HATI RASULULLAH*

```Amr bin Al Ash bertanya,
"Siapakah orang yang paling engkau cintai, wahai Rasulullah?"
"Aisyah."
"Kalau dari kalangan laki-laki siapa?"
"Ayahnya."
Aku bertanya lagi,
"Lalu siapa?"
Beliau menyebut nama beberapa orang. Akhirnya aku tidak bertanya lagi kareba takut namaku disebut pada urutan terakhir.

Rasulullah sangat mencintai Abu Bakar, hingga pernah berkata:
"Seandainya aku boleh menjadikan seseorang sebagai kholil (kekasih), maka aku pasti menjadikan Abu Bakar sebagai khalilku. Akan tetapi persaudaraan Islam lebih baik."

Aisyah menyatakan bahwa ia pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling engkau cintai?"
"Kenapa engkau bertanya seperti itu?"
"Karena aku ingin mencintai orang yang engkau cintai."
Beliau menjawab,
"Dia adalah Aisyah."
(HR Thabrani)

###```

*AKU HANYA BISA MENJAUHI NAMAMU*

```Aisyah berkata:
Suatu ketika Rasulullah salallahu alaihi wasallam berkata kepadaku,
"Sesungguhnya aku tahu kapan engkau sedang senang padaku dan kapan engkau sedang marah padaku."
"Bagaimana engkau mengetahuinya wahai Rasulullah?"
"Jika engkau sedang senang kepadaku, maka engkau akan berkata : 'Tidak, demi Tuhan Muhammad!'.
Tapi jika engkau sedang marah, maka engkau akan berkata : "Tidak, demi Tuhan Ibrahim.!"
Aisyah berkata,
"Itu benar. Demi Allah, wahai Rasulullah! Aku hanya bisa menjauhi namamu saja"```

_*Sumber: Buku 35 Sirah Sahabiyah, Mahmud Al Mishri, Penerbit Al Itishom, Jakarta 2010*_


```.♻ Kumpulan Kisah Hikmah,Cerita Tentang Ketakwaan Kebesaran Jiwa kecerdikan kesabaran,Keberanian Yang Patut Dijadikan Suri Tauladan ```

``` ♻ Forum Silaturahim  Kisah Teladan```


🐝🍯 _Semoga Bermanfaat_
*__________________________*

Mengapa Kedua Bibir Kita Tidak Bergerak saat Mengucak Kalimat LAA ILAA HA ILLALLAH

Kenapa ke dua bibir kita
(atas dan bawah)
tidak bergerak sewaktu kita mengucapkan kalimah...
LAA ILAA-HA ILLALLAAH ???

Coba sebut...
LAA ILAA-HA ILLALLAAH…
Kedua~dua bibir kita tak bergerak kan?
Kenapa dan mengapa?

Jawabannya:
Itulah Rahmat ALLAH yang amat besar ke atas hamba-hamba~NYA…
Di saat sakaratul maut, tubuh kita tdk bisa apa~apa.
ALLAH memberikan pilihan paling mudah untuk hamba~NYA hanya melafadzkan...
ALLAH, ALLAH, ALLAH... atau
Laa Ilaaha Ilallaah.
ALLAH tidak menuntut badan kita bergerak sedikitpun bahkan bibir kita.

Ini karena seseorang yang didatangi Sakaratul Maut
{Nazak} dia sudah tidak berdaya lagi menggerakkan seluruh tubuhnya kecuali LIDAH nya saja.

MasyaALLAH, ALLAHU AKBAR
SubhanALLAH sedemikian rupa ALLAH memberikan kemudahan saat seseorang menghadapi kematian sebagian akan mendapati masa~masa sulit...
ALLAH benar~benar tdk menginginkan seseorang masuk neraka, krn begitu sakitnya neraka, begitu tdk mampunya seseorang masuk neraka, begitu luasnya neraka begitu ngerinya neraka,...
Seandainya saja percikan setetes api neraka turun kebumi, maka bumi & isinya hancur luluh lantak....

Mohon maaf apabila lidah ini pernah berkata/berucap sesuatu yg  kurang menyenangkan, semoga pesan ini bisa menjadikan kita lebih bisa menjaga lidah kita dalam bertutur/berucap.

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه
Nasihat Kubur (Luangkan waktu hanya  2 menit aja buat bacanya*) :

*Nasihat Kubur:*
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah aku dengan *TAHAJUD*

2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan ber *SILATURAHIM.*

3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca *AL-QUR'AN.*

4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal *SHODAQOH,*

5). Aku yg menjepitmu hingga hancur  bilamana tidak Shalat, bebaskan jepitan itu dg *SHALAT*

6). Aku adalah tempat utk merendammu dg cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dg *PUASA..*

7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan Kalimat *"LAA ILAHA ILALLAH"...*

Kirim  ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..

*SYETAN TERUS BISIKIN >=)*
*"SUDAAAAHLAAH,, GAK USAH DI SEBARIN*, gak penting kok, BUANG2 WAKTU aja, gak akan di baca kok...

*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...
Smga kita semua termasuk dlm golongan org2 yang bertaqwa,, aamiin... tolong baca sebentar aja Kita dzikir sebentar ingat اَللّهُ ... *"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*

Sebarkan... kamu akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT

 آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ


 Maaf, jangan putus di anda. Gak sampai 1 menit kok 🙏🏼

Featured Post

SOAL PRAKARYA KELAS 11

  1 . Berikut merupakn bahan yang termasuk jenis bahan limbah organic, kecuali …. a. kerang                  b. batok kelapa             ...