Peraturan Menpan RB Nomor 61 Tahun 2018 Memberikan Peluang CPNS yang Gagal Tes SKD di Pasing Grade

Kabar gembira bagi peserta Tes CPNS yang mengikuti Seleksi Kopetensi Dasar (SKD) dikarenakan tingkat kesulitan Soal Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 sangat tinggi dibandingkan dengan soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada tahun sebelumnya, sehingga mengakibatkan terbatasnya jumlah kelulusan peserta Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 dan terjadinya disparitas hasil kelulusan antar wilayah sehingga berpotensi tidak terpenuhinya kebutuhan/formasi yang telah ditetapkan.

Panduan Aplikasi Raport (ARD)

Pada aplikasi rapor digital operator guru yaitu bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar dan Penilaian hasil belajar siswa. Pada operator guru dan wali kelas ini penilain hasil berlajar di input, berdasarkan mata pelajar guru tersebut, setelah itu wali kelas hanya mengisi beberapa.

Pramuka

Gerakan Pramuka Indonesia adalah organisasi non formal yang diselenggarakan oleh pendidikan kepanduan, Kata PRAMUKA sendiri merupakan singkatan dari Praja Muda Karana yang memiliki makna Jiwa Muda yang Suka Berkarya. Organisasi non formal yang berlambangkan tunas kelapa ini bisa ditemukan diberbagai sekolahan di Indonesia karena memang Pramuka menjadi salah satu ektrakurikuler wajib di sekolah sebab kegiatan pramuka secar tidak langsung membentuk anggotanya untuk memiliki watak, akhlak, dan budi pekerti yang luhur.

Program xxxxxx

xxxxxxxxxxxxxxx

Coba Coba Pasang

heeeeeem

Mamane Alifa Raudlhatun Nisa

Hahahaaaaa aja kaget

About

Selamat datang di situs website kami, semoga apa yang ada di sini dapat bermanfaat dan dijadikan referensi untuk sekolah/madrasah Bapak/Ibu Guru dan barokah. Amiiiin
Showing posts with label Maulid Nabi. Show all posts
Showing posts with label Maulid Nabi. Show all posts

Tuesday, 20 November 2018

Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad

Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad ﷺ sudah semakin dekat, Alloh ﷻ  semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad ﷺ ..

Pada Malam Pertama (ke 1) :

Alloh ﷻ melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya ..

Pada malam ke 2 :

Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad ﷺ yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh ﷻ ..

Pada malam ke 3 :

Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh ﷺ yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh ﷻ .. ”

Pada malam ke 4 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas ..

Pada malam ke 5 :

Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim Alaihi Salam ..

Pada malam ke 6 :

Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad ﷺ memenuhi alam semesta ..

Pada malam ke 7 :

Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak ..

Pada malam ke 8 :

Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Alloh ﷻ Pencipta Alam Semesta .. ”

Pada malam ke 9 :

Alloh ﷻ semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah ..

Pada malam ke 10 :

Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ
..

Pada malam ke 11 :

Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad ﷺ ..

Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad ﷺ tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad ﷺ ) sedang bermunajat kepada Alloh ﷻ di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya ..

Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan ..

Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad ﷺ . Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi Alloh Adam Alaihi Salam , ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh ﷻ untuk menemanimu ..”

Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim Alaihi Salam yang diperintahkan Alloh ﷻ untuk menemanimu ..”

Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh ﷻ untuk menemanimu ..”

Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa Alaihi Salam datang unetuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh ..”

Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad ﷺ yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata ..

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh ﷻ dengan berbagai macam bahasa yang berbeda ..

Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya
..

Detik berikutnya Alloh ﷻ memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu ribu bidadari² itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira ..

Lalu Alloh swt memanggil :
“Yaa Jibril … serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad ﷺ ..

Yaa Jibril … perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad ﷺ ..

Yaa Jibril… bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad ﷺ telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman ..”

Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat. Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya. Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh ﷺ dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad ﷺ bersujud kepada Alloh ﷻ seraya mengucapkan :
“Allohu Akbar ... Allkhu Akbar ... Wal-Hamdulillahi katsiro, wasubhanallohi bukrotan wa ashila...”

Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh sholawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula ..

“Yaa Nabi Salam Alaika …                                                                                                                Yaa Rosul Salam Alaika …                                                                                                                     Yaa Habib Salam Alaika … Sholawatulloh Alaika ... ”

(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam)

MENTAATI RASUL

MENTAATI RASUL

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَخْبَرَهُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سُفْيَانَ أَنَّ هِرَقْلَ قَالَ لَهُ سَأَلْتُكَ مَاذَا يَأْمُرُكُمْ فَزَعَمْتَ أَنَّهُ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالصِّدْقِ وَالْعَفَافِ وَالْوَفَاءِ بِالْعَهْدِ وَأَدَاءِ الْأَمَانَةِ قَالَ وَهَذِهِ صِفَةُ نَبِيٍّ

Abdullah bin Abbas RA berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Sufyan bahwa Raja Herkulis berkata kepadanya: "Aku telah bertanya kepadamu apa yang dia (Nabi Muhammad) perintahkan kepada kalian, lalu kamu menjawab bahwa dia memerintahkan kalian untuk solat, bersedekah (zakat), menjauhkan diri dari berbuat buruk, menunaikan janji dan melaksanakan amanah". Lalu dia berkata; "Ini adalah diantara sifat-sifat seorang Nabi".
(HR Bukhari No: 2484)

Pesan hadits tersebut adalah :

1.  Rasulullah SAW memerintahkan agar melaksanakan ketaatan kepada Allah dengan ibadat yang wajib sebagai seorang Muslim.

2.  Rasulullah  SAW memerintahkan kepada umatnya agar:

a.  Melaksanakan shalat
b.  Menunaikan zakat  dan bersedekah
c.  Menjauhi perbuatan buruk
d.  Menunaikan janji
e.  Melaksanakan amanah

3.  Sebagai pengikut setia, adalah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan tanggungjawab yang bersifat peribadi seperti shalat dan menjauhi perbuatan buruk.

  4. Seorang muslim  diperintahkan  menunaikan tanggungjawab yang berkaitan dengan masyarakat seperti mengeluarkan zakat dan bersedekah di samping menunaikan janji dan melaksanakan amanah.

Firman Allah SWT yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah


اِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ اِذَا دُعُوْۤا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ لِيَحْكُمَ  بَيْنَهُمْ اَنْ يَّقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
innamaa kaana qoulal-mu`miniina izaa du'uuu ilallohi wa rosuulihii liyahkuma bainahum ay yaquuluu sami'naa wa atho'naa, wa ulaaa`ika humul-muflihuun

"Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata, Kami mendengar, dan kami taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."

(QS. An-Nur 24: Ayat 51)

MENCINTAI RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM

MENCINTAI RASULULLAH SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata,  Rasulullah SAW bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian sampai ia mencintai aku melebihi kedua orang tuanya dan anaknya.”

 (HR Bukhari No: 13)

Kandungan hadits :

1.  Rasulullah SAW  bersumpah “Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya”, menunjukkan apa yang akan disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam  adalah suatu yang amat penting.

2.  Keimanan seseorang dibuktikan dengan mencintai Rasulullah SAW melebihi cinta nya kepada kedua orang tua serta anak-anak.

3.  Cinta kepada orang tua melahirkan rasa hormat serta berbakti, cinta kepada anak mewujud dalam bentuk memenuhi kebutuhan dan keperluan anak, maka cinta kepada Rasulullah SAW mesti lebih hebat dari pada itu.

4.  Cinta kepada Rasulullah SAW melebihi kecintaan kepada orang tua bererti mengagungkan serta mentaati perintah Rasulullah, mencontohi dan melaksanakan sunnah yang ditunjukkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

5. Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dan harus didahulukan daripada kecintaan kepada segala sesuatu selain kecintaan kepada Allah, sebab mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengikuti sekaligus keharusan dalam mencintai Allah. Mencintai Rasulullah adalah cinta karena Allah. Ia bertambah dengan bertambahnya kecintaan kepada Allah dalam hati seorang mukmin, dan berkurang dengan berkurangnya kecintaan kepada Allah.

6. Orang yang beriman akan merasakan manisnya iman apabila hanya Allah dan Rasul-Nya yang paling ia cintai.

Firman Allah Subhanahu wata'ala yang berkaitan dengan tema hadits tersebut adalah


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّتَّخِذُ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْدَادًا يُّحِبُّوْنَهُمْ كَحُبِّ اللّٰهِ ۗ  وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَشَدُّ حُبًّا لِّـلّٰهِ  ۗ  وَلَوْ يَرَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْۤا اِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ ۙ   اَنَّ الْقُوَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًا  ۙ  وَّاَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعَذَابِ
wa minan-naasi may yattakhizu min duunillaahi andaaday yuhibbuunahum kahubbillaah, wallaziina aamanuuu asyaddu hubbal lillaahi walau yarollaziina zholamuuu iz yarounal-'azaaba annal-quwwata lillaahi jamii'aw wa annalloha syadiidul-'azaab

"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 165)

MEMPERINGATI MAULID NABI shollallâhu 'alaihi wa sallam

Dalam kitab I'anah at Thalibin syarh Fathul Mu'in 3/365;

 يحشر المرء مع من احب
Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintai.

قال إمام التابعين سيدنا الحسن البصري رضي الله عنه : وددت لو كان لي مثل جبل احد ذهبا فانفقته علي قرآءة مولد النبي صلي الله عليه و سلم.
Penghulu para tabi'in Hasan al Basri berkata; "Aku senang andaikan aku punya emas seperti gunung uhud lalu aku belanjakan untuk pembacaan maulid (kelahiran) Nabi saw.

و قال معروف الكرخي قدس الله سره: من هيأ طعاما لاجل قرآءة مولد النبي صلي الله عليه و سلم و جمع اخوانا و اوقد سراجا و لبس جديدا و تبخر و تعطر تعظيما لمولد النبي صلي الله عليه و سلم حشره الله يوم القيامة مع الفرقة الاولي من النبيين و كان في اعلي عليين.
Makruf al Kurkhi berkata; "barang siapa menyediakan makanan untuk membaca maulid Nabi sawm dan mengumpulkan saudara-saudaranya dan menyalakan lampu dan memakai pakaian baru menyalakan wewangian dan berparfum karena meng agungkan maulid Nabi saw, maka niscaya Allah mengumpulkan orang tersebut di hari kiamat bersama kelompok yg masuk surga kloter pertama dan ditempatkan disurga paling atas.

و قال الامام فخر الدين الرازي: ما من شخص قرأ مولد النبي صلي الله عليه و سلم علي ملح او بر او شئ آخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و في كل شئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتي يغفر الله لآ كله.

و من قرأ مولد النبي صلي اله عيه و سلم علي دراهم مسكوكة فضة كانت او ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لايفرغ يده ببركة النبي صلي الله عليه و سلم.
Tidaklah seseorang membacakan maulid Nabi pada garam, gandum atau makanan yang lain kecuali tampaklah didalamnya barokah dan di dalam setiap sesuatu yg bertemu pada makanan tersebut, karena ia akan bergoncang dan tidak akan diam sampai Allah mengampuni pada orang yang memakannya.

Barang siapa yang membacakan maulid Nabi pada uang baik emas atau perak dan uang tersebut dicampur dengan uang yang lain maka semua uang tsb menjadi barokah, dan pemiliknya tidak akan faqir, dan tidak akan pernah kekosongan uang dengan barokahnya Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam.

و قال اليافعي اليمني رحمه الله: من جمع لمولد النبي صلي الله عليه و سلم اخوانا و هيأ طعاما و اخلي مكانا و عمل احسانا و صار سببا لقرآءته بعثه الله يوم القيامة مع الصديقين و الشهداء و الصالحين و يكون في جنات النعيم.
Al Yafi'i al yamani berkata Barangsiapa karena maulid Nabi saw. mengumpulkan saudara saudaranya, menyediakan makanan, menghiasi tempat, melakukan kebaikan dan hal itu menjadi sebab untuk dibacakan maulid, maka Allah swt di hari kiamat membangkitkan orang tersebut bersama siddiqin, orang orang yg mati syahid dan orang orang sholeh dan dimasukkan kedalam surga tempat kenikmatan.

و قال سيدنا السري السقطي قدس الله سره: من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلي الله عليه و سلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لانه ما قصد ذلك الموضع الا لمحبته النبي صلي الله عليه و سلم و قد قال صلي الله عليه و سلم من احبني كان معي في الجنة
Barang siapa berangkat menuju suatu tempat yang dibacakan maulid Nabi saw, maka dia telah berangkat pada satu taman dari taman-taman surga. Karena tidak akan pergi ketempat tersebut kecuali karena cintanya pada Nabi saw, sedangkan Rosulullah bersabda; "barangsiapa mencintaiku niscaya bersamaku di surga.

قال سيدنا الامام السيوطي: ما من مسلم قرأ في بيته مولد النبي صلي الله عليه و سلم الا رفع الله سبحانه و تعالي القحط و الوبا و الحرق و الغرق و الآفات و البليات والنكبات و البغض و الحسد و عين السوء و اللصوص عن اهل ذلك البيت فاذا مات هون الله عليه جواب منكر و نكير و يكون في مقعد صدق عند مليك مقتدر.
Tidaklah orang Islam rumahnya dibacakan maulid Nabi saw kecuali Allah menyelamatkan dari peceklik, waba', kebakaran, tenggelam, malapetaka, bencana, (kejelekan orang yang) benci, dengki, penglihatan jelek, pencuri dari penghuni rumah tersebut. Apabila mati Allah swt memudahkan pada menjawab Mungkar Nakir dan tempatkan ditempat yg mulia disisi Allah.

و قد قال شهاب الدين احمد ابن حجر الهيتمي رحمه الله: من اراد تعظيم مولد النبي صلي الله عليه و سلم يكفيه هذا القدر و من لم يكن عنده تعظيم مولد النبي صلي الله عليه و سلم لو ملأت له الدنيا في مدحه لم يحرك قلبه في المحبة له صلي الله عليه و سلم
Barangsiapa berkehendak meng agungkan maulid Nabi saw, maka kadar penghargaan ini sudah cukup. Tapi barangsiapa yang hatinya memang tidak mengagungkan maulid Nabi saw, meskipun dunia penuh dalam sanjung madah padanya niscaya hatinya tetap tidak terketuk untuk mencintai Nabi saw.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه

Tiga Amalan yang Bisa Menghapus Kesalahan dan Mengangkat Derajat


عن أبي هريرة رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم: ((ألا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟)) قَالُوا: بَلَى، يَا رسولَ اللهِ، قَالَ: ((إِسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الخُطَا إِلَى المَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ فَذلِكُمُ الرِّبَاطُ)). رواه مسلم.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda:

"Sukakah engkau semua saya tunjukkan pada sesuatu amalan yang dengannya itu Allah akan menghapuskan segala macam kesalahan serta mengangkat pula dengannya tadi sampai beberapa darjat?" Para sahabat menjawab; "Baik, ya Rasulullah." Beliau s.a.w. bersabda:

"Yaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menghadapi kesukaran-kesukaran banyaknya, melangkahkan kaki untuk pergi ke masjid serta menantikan shalat setelah selesai shalat yang satunya. Yang sedemikian itulah yang dinamakan ribat (perjuangan)." (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Menyempurnakan wudhu' sekalipun menghadapi kesukaran, misalnya di saat yang udaranya dingin sekali, sehingga airnya pun menjadi sangat pula dinginnya.
2- Dalam Hadis di atas dijelaskan bahwa senantiasa berthaharah yakni tetap suci dari hadas besar dan kecil, juga shalat dan segala sesuatu yang dilakukan ditujukan untuk niat beribadat dan berbakti kepada Tuhan, adalah sama pahalanya dengan berjihad fi-sabilillah.
3- Disebut ribat tiga perkara itu karena musuh yang utama bagi manusia adalah hawa nafsunya.
4- Tiga amalan itu(yang disebut dalam hadist) untuk membendung jalan-jalan syetan dan hawa nafsu.
Karena jihadun nafs merupakan jihad yang paling besar.
5- Maka barang siapa bisa melestarikan tiga perkara diatas, akan dihapus kesalahan dan diangkat derajatnya.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Bersungguh-sungguh dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan.

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ

Dan berjihadlah pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. (Al-Hajj: 78)

2- Yaitu takut akan hari ia dihadapkan kepada Allah Swt. dan takut akan keputusan Allah terhadap dirinya di hari itu, lalu ia menahan hawa nafsunya dan tidak memperturutkannya serta menundukkannya untuk taat kepada Tuhannya, surga tempatnya.

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. (An-Nazi'at: 40)

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya). (An-Nazi'at: 41)

Monday, 20 August 2018

1 kambing diniatkan sekaligus Qurban dan Aqiqah

Qurban dan Aqiqah
1. Ada salah satu warga mau berkorban seekor kambing pada saat penyembelehan hewan qurban seorang  Ustadz(pemotong hewan qurban) bertanya kepada yang berqurban sudahkah anda melakukan Aqiqah?
sohibul qurban menjawab : belum kemudiaan seorang ustadz tersebut menyarankan agar sohibul qurban sekalian niat aqiqoh saja.
pertanyaannya hal itu apakah termasuk qurban?
2.Bolehkah penyembelehan hewan Aqiqoh bersamaan dengan hewan qurban dan teknis pembagiannya sama dengan hewan qurban? terima kasih siapa saja boleh menjawab  sebab saya sedang menemui permasalahan seperti ini

> Jawaban no. 1
Ini kasusnya berarti 1 ekor kambing diniatkan 2 sekaligus (qurban & aqiqah).

_Terjadi khilaf ulama dalam hal ini, seperti Imam Ibn Hajar menyatakan sah salah satunya. Sdangkan Imam Romli menyatakan keduanya sah (artinya satu kambing dgn 2 niat, "Qurban & aqiqah," itu sudh mencukupi)._
_Lebih lanjut, Syaikh Muhammad bin Ibrohim dalam fatwanya menyimpulkan sah/mencukupi._

📕 *ﺷﺮﺡ اﻟﻤﻘﺪﻣﺔ اﻟﺤﻀﺮﻣﻴﺔ اﻟﻤﺴﻤﻰ ﺑﺸﺮﻯ اﻟﻜﺮﻳﻢ ﺑﺸﺮﺡ ﻣﺴﺎﺋﻞ اﻟﺘﻌﻠﻴﻢ-ﺑﺎﺏ اﻷﺿﺤﻴﺔ-ﻓﺼﻞ: ﻓﻲ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ- ص: ٧٠٤*

ﻭﻟﻮ ﻧﻮﻯ ﺑﻬﺎ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻭاﻟﻀﺤﻴﺔ .. ﺣﺼﻼ ﻋﻨﺪ (م ﺭ) ﻭﻟﻢ ﺗﺤﺼﻞ ﻭاﺣﺪﺓ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻋﻨﺪ (ﺣﺞ)، ﻗﺎﻝ: ﻷﻥ ﻛﻼ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻣﻘﺼﻮﺩﺓ، ﻭاﻟﻘﺼﺪ ﺑﺎﻟﻀﺤﻴﺔ اﻟﻀﻴﺎﻓﺔ اﻟﻌﺎﻣﺔ، ﻭﺑﺎﻟﻌﻘﻴﻘﺔ اﻟﺨﺎﺻﺔ، ﻭﻻﺧﺘﻼﻓﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺃﻣﻮﺭ ﻛﻤﺎ ﻳﺄﺗﻲ. ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺻﺢ اﻟﻐﺴﻞ ﺑﻨﻴﺔ اﻟﺠﻨﺎﺑﺔ ﻭﺳﻨﺔ ﻧﺤﻮ اﻟﺠﻤﻌﺔ؛ ﻟﺒﻨﺎء اﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﺪاﺧﻞ.

📗 *ﺗﺤﻔﺔ اﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ اﻟﻤﻨﻬﺎﺝ ﻭﺣﻮاﺷﻲ اﻟﺸﺮﻭاﻧﻲ ﻭاﻟﻌﺒﺎﺩﻱ-[ﻓﺼﻞ ﻓﻲ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ]- ج ٩ / ص: ٣٦٩-٣٧٠*

وظاهر ﻛﻼﻡ اﻟﻤﺘﻦ ﻭاﻷﺻﺤﺎﺏ ﺃﻧﻪ ﻟﻮ ﻧﻮﻯ ﺑﺸﺎﺓ اﻷﺿﺤﻴﺔ ﻭاﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻟﻢ ﺗﺤﺼﻞ ﻭاﺣﺪﺓ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻭﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ؛.

(ﻗﻮﻟﻪ ﻭﻫﻮ ﻇﺎﻫﺮ) ﺧﻼﻓﺎ ﻟﻠﻨﻬﺎﻳﺔ ﻋﺒﺎﺭﺗﻪ ﻭﻟﻮ ﻧﻮﻯ ﺑﺎﻟﺸﺎﺓ اﻟﻤﺬﺑﻮﺣﺔ اﻷﺿﺤﻴﺔ ﻭاﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﺣﺼﻼ ﺧﻼﻓﺎ ﻟﻤﻦ ﺯﻋﻢ اﻩـ. (ﻗﻮﻟﻪ ﻷﻥ ﻛﻼ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺇﻟﺦ) ﻗﺪ ﻳﻘﺎﻝ ﻭﺃﻳﻀﺎ ﻛﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻻ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﺄﻗﻞ ﻣﻦ ﺷﺎﺓ ﻭﻳﻠﺰﻡ ﻣﻦ ﺣﺼﻮﻟﻬﻤﺎ ﺑﻮاﺣﺪﺓ ﺣﺼﻮﻝ ﻛﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﺑﺪﻭﻧﻬﺎ اﻩـ ﺳﻢ ﻋﺒﺎﺭﺓ اﻟﺒﺠﻴﺮﻣﻲ ﻋﻦ اﻟﺤﻠﺒﻲ ﻭاﻟﺸﻮﺑﺮﻱ ﻭﻟﻮ ﻧﻮﻯ ﺑﻬﺎ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻭاﻷﺿﺤﻴﺔ ﺣﺼﻼ ﻋﻨﺪ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺧﻼﻓﺎ ﻻﺑﻦ ﺣﺞ ﺣﻴﺚ ﻗﺎﻝ ﻻ ﻳﺤﺼﻼﻥ ﻷﻥ ﻛﻼ ﺇﻟﺦ ﻭﻫﻮ ﻭﺟﻴﻪ اﻩـ. (ﻗﻮﻟﻪ اﻟﻀﻴﺎﻓﺔ اﻟﺨﺎﺻﺔ) ﻣﺎ اﻟﻤﺮاﺩ ﻣﻦ اﻟﺨﺼﻮﺹ ﻫﻨﺎ ﻣﻊ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻓﺮﻕ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻓﻲ اﻷﻛﻞ ﻭاﻟﺘﺼﺪﻕ ﻭاﻹﻫﺪاء ﻛﻤﺎ ﻳﺄﺗﻲ (ﻗﻮﻟﻪ ﻳﺨﺘﻠﻔﺎﻥ) اﻷﻭﻟﻰ اﻟﺘﺄﻧﻴﺚ (ﻗﻮﻟﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﺄﺗﻲ) ﺃﻱ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﻭاﻷﻛﻞ ﻭاﻟﺘﺼﺪﻕ ﻛﺎﻷﺿﺤﻴﺔ.

📙 *فتوى ورسائل، للشيخ محمد بن ابراهيم بن عبد اللطيف، ج ٦ /ص: ١٥٩*

[١٤٢٣] - _"ثم نعرف أنه ﻟﻮ ﺍﺟﺘﻤﻊ ﺃﺿﺤﻴﺔ ﻭﻋﻘﻴﻘﺔ ﻛﻔﻰ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻋﺎﺯﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺘﻀﺤﻴﺔ ﻋﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻴﺬﺑﺢ ﻫﺬﻩ ﺃﺿﺤﻴﺔ ﻭﺗﺪﺧﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ."_

ﻭﻓﻲ ﻛﻼﻡٍ ﻟﺒﻌﻀﻬﻢ ﻣﺎ ﻳﺆﺧﺬ ﻣﻨﻪ ﺃﻧﻪ ﻻﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﻻﺗﺤﺎﺩ : ﺃﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻷﺿﺤﻴﺔ ﻭﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﺼﻐﻴﺮ . ﻭﻓﻲ ﻛﻼﻡ ﺁﺧﺮﻳﻦ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺸﺘﺮﻁ ، ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻷﺏ ﺳﻴﻀﺤﻲ ﻓﺎﻷﺿﺤﻴﺔ ﻋﻦ ﺍﻷﺏ ﻭﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻮﻟﺪ .
*ﺍﻟﺤﺎﺻﻞ : ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﺫﺑﺢ ﺍﻷﺿﺤﻴﺔ ﻋﻦ ﺃُﺿﺤﻴﺔ ﻧﻮﺍﻫﺎ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻛﻔﻰ."* ﺍﻧﺘﻬﻰ .

> Jawaban no.2

_Padas dasarnya berbeda pembagian daging qurban & aqiqah. Namun, jika pembagian daging aqiqah disamakan dgn qurban, itu kurang baik (tdk dapat kesunnahan). Krn pembagian daging aqiqah itu disunnahkan dimasak._

📗 *اﻟﻔﻘﻪ اﻟﻤﻨﻬﺠﻲ ﻋﻠﻰ ﻣﺬﻫﺐ اﻹﻣﺎﻡ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ-اﻟﺠﺰء اﻟﺜﺎﻟﺚ-ﻣﺎ ﺗﺨﺎﻟﻒ ﺑﻪ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ اﻷﺿﺤﻴﺔ:- ٣ / ٥٩*

ﻣﺎ ﺗﺨﺎﻟﻒ ﺑﻪ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ اﻷﺿﺤﻴﺔ: ﺇﺫا ﻗﻠﻨﺎ: ﺇﻧﻪ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻣﺎ ﻳﺸﺘﺮﻁ ﻓﻲ اﻷﺿﺤﻴﺔ، ﻓﻠﻴﺲ ﻳﻌﻨﻲ ﻫﺬا ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺸﺒﻬﻬﺎ ﻣﻦ ﻛﻞ اﻟﻮﺟﻮﻩ، ﺑﻞ ﻫﻨﺎﻙ ﺃﻭﺟﻪ اﺧﺘﻼﻑ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻧﺠﻤﻠﻬﺎ ﻓﻴﻤﺎ ﻳﻠﻲ:
 1 - ﻳﺴﻦ ﺃﻥ ﺗﻄﺒﺦ اﻟﻌﻘﻴﻘﺔ، ﻛﺴﺎﺋﺮ اﻟﻮﻻﺋﻢ، *ﻭﻳﺘﺼﺪﻕ ﺑﻬﺎ ﻣﻄﺒﻮﺧﺔ، ﻭﻻ ﻳﺘﺼﺪﻕ ﺑﻠﺤﻤﻬﺎ ﻧﻴﺌﺎ، ﻭﻫﺬا ﺑﺨﻼﻑ اﻷﺿﺤﻴﺔ.*

📙 *ﻓﺘﺢ اﻟﻤﻌﻴﻦ ﺑﺸﺮﺡ ﻗﺮﺓ اﻟﻌﻴﻦ ﺑﻤﻬﻤﺎﺕ اﻟﺪﻳﻦ-ﺑﺎﺏ اﻟﺤﺞ ﻭاﻟﻌﻤﺮﺓ-ﻓﺼﻞ ﻓﻲ ﻣﺤﺮﻣﺎﺕ اﻹﺣﺮاﻡ- ٣٠٤*

ﻭاﻟﺘﺼﺪﻕ ﺑﻤﻄﺒﻮﺥ ﻳﺒﻌﺜﻪ ﺇﻟﻰ اﻟﻔﻘﺮاء: ﺃﺣﺐ ﻣﻦ ﻧﺪاﺋﻬﻢ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻭﻣﻦ اﻟﺘﺼﺪﻕ ﻧﻴﺌﺎ..

📘 *ﺇﻋﺎﻧﺔ اﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺣﻞ ﺃﻟﻔﺎﻅ ﻓﺘﺢ اﻟﻤﻌﻴﻦ-ﺑﺎﺏ اﻟﺤﺞ- ٢ / ٣٨٢*

(ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﻭﻣﻦ اﻟﺘﺼﺪﻕ ﻧﻴﺌﺎ) ﺃﻱ ﻭﺃﺣﺐ ﻣﻦ اﻟﺘﺼﺪﻕ ﺑﻬﺎ ﻧﻴﺌﺎ.

Waktu Shalat Idul Adha

Assalamualaikum wr wb,

Diingatkan dengan hormat kepada semua imam masjid di seluruh Indonesia, bahwa hari raya qurban, 10 Dzulijjah, di Indonesia terjadi pada hari Rabu 22 Agustus 2018.

Oleh karena itu, diberitahukan dengan hormat pula, bahwa:

1. Puasa 'Arafah dilaksanakan pada hari Selasa 9 Dzulchijjah 1439 (21 Agustus 2018).

2. Shalat 'Idul Adlcha dilaksanakan pada hari Rabu 10 Dzulchijjah 1439 (22 Agustus 2018).

3. Masa takbiran khusus (hari raya) mulai maghrib Selasa 21 Agustus 2018 sampai asar Sabtu 25 Agustus 2018.

4. Masa penyembelihan qurban adalah dari sesudah shalat hari raya tlg 10 Dzulchijjah sampai dengan asar Sabtu tgl 13 Dzulchijjah 1439 (tgl 22 sampai dengan tgl 25 Agustus 2018 M).

Adapun jika ada saudara kita sesama muslim dan berada di Indonesia yang berhari raya mengikuti Arab Saudi, maka harus dihormati dan tidak perlu dipermasalahkan.

Mengenai argumentasi mengapa kita berbeda dengan Arab Saudi, secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Dalam ilmu falak, penanggalan hijriy (berbasis perputaran rembulan), memang negeri2 yang berada di sebelah barat berpotensi "lebih dulu" melihat hilal.

2. Sejak mula, istilah hari ‘Arafah itu adalah tanggal  9 Dzulhijah, baik ada yang wukuf ataupun tidak.

3. Perintah puasa ‘Arafah adalah terkait dengan hari ‘Arafah (9 Dzulchijjah) bukan puasa karena adanya wuquf di ‘Arafah.

4. Puasa ‘Arafah sudah disyariatkan sejak tahun ke 2 Hijriyah, sedang ibadah haji (wuquf di 'Arafah) baru disyariatkan pada tahun ke 9 Hijriyah. Jadi selama 7 tahun, kaum muslimin puasa ‘Arafah tanpa memperhatikan adanya wuquf di 'Arafah.

5. Fakta ilmiah _falakiyyah_ menunjukkan, bahwa negeri-negeri muslim terbagi dalam 2 wilayah _mathla’_ (tempat munculnya hilal) yang terkadang berbarengan terkadang berbeda.
Demikian juga perbedaan waktu antara satu negeri muslim di wilayah barat dengan negeri muslim di wilayah timur ada yang terpaut sampai 12 jam.
Karena itu, kalau shalat dan buka puasanya berdasar waktu di negeri masing2, kenapa kalau berhari raya harus ikut Arab Saudi?

6. Fakta historis, bahwa selama berabad-abad, kaum muslimin di dunia melaksanakan puasa 'Arafah (bahkan Ramadan) berpatokan pada penanggalan negara masing-masing.

7. Tidak ada dalil yang membedakan antara ketentuan ru’yat 'Idul Fithriy dengan 'Idul Adlcha, misalnya kalau 'Idul Fithriy boleh berdasar ru'yat negeri masing2, sedang kalau 'Idul Adlcha harus berdasar ru'yat Arab Saudi sebagai tuan rumah ibadah haji.

Demikian, terimakasih perhatiannya, mohon maaf segala khilaf dan salah...

Wassalamualaikum wr wb,

*Ahmad Zahro*
Ketua Umum PP IPIM

*Syarifuddin Muhammad*
Sekum. PP IPIM

Keutamaan dan Ibadah Puasa Tarwiyah dan Arofah

IBADAH YANG SANGAT LUAR BIASA JIKA KITA BISA MENGERJAKANNYA.
*SUNAH DIKERJAKAN DPT PAHALA TDK DIKERJAKAN TDK BERDOSA*
*TAPI KITA RENUNGKAN BEGITU BESAR FADILAH KEUTAMAANNYA, JD DIKERJAKAN UNTUNG BESAR DITINGGALKAN RUGI BESAR*



PUASA TARWIYAH (8 Dzulhijjah ) ARAFAH (9 Dzulhijjah).

Puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim sedunia, agar kita dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Namun, bagi jamaah haji sendiri haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.

Adapun yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah (Mengetahui) puasa yang dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf dipadang Arafah.

Dan Puasa Tarwiyah adalah (Merenung atau berpikir) puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni 8 Dzulhijjah, hari sebelum hari wukuf.

KEUTAMAAN PUASA TARWIYAH DAN AROFAH
Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arofah (9 Dzulhijjah) bagi orang yang tidak melaksanakan ibadah haji berdasarkan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW adalah:

1. Barang siapa yang menjalankan Puasa Tarwiyah akan dihapus dosa satu tahun yang lalu yang telah terlewati.

2. Sedangkan yang berpuasa di hari Arofah akan dihapus dosa dua tahun (1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang)

3. Dan yang melaksanakan dua puasa ini akan dianugrahi oleh Allah SWT dengan 10 macam kemuliaan, yaitu:

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
2. Allah akan menambah harta.
3. Allah akan menjamin kehidupan rumah tangganya.
4. Allah akan membersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
5. Allah akan melipat gandakan amal dan ibadahnya.
6. Allah akan memudahkan kematiannya.
7. Allah akan menerangi kuburnya selama di alam Barzah.
8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
9. Allah akan menyelamatkannya dari kejatuhan kedudukan di dunia ini.
10.Allah akan menaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Alangkah banyak keberkahan dan kebahagiaan yang Allah berikan bagi orang yang menjalankan puasa Tarwiyah dan Arofah. Semoga kita termasuk di dalamnya.

NIAT

Do'a Niat Puasa Tarwiyah

ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﺗﺮﻭﻳﻪ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Do'a Niat Puasa Arafah
ﻧﻮﻳﺖ ﺻﻮﻡ ﻋﺮﻓﺔ ﺳﻨﺔ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.                       
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
“ Saya niat puasa Arofah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Sampaikan ke Saudara kita.... Semuanya

Sunday, 19 August 2018

Puasa hari ke 1 - 9 Hari bulan Djulhijjah

*PUASA 1-9  H*
السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته.... معاشرالاخوان والمسلمين رحمكمﷲ.

*Sebelumnya mohon izin utk menyampaikan FADHILAH 10 hari Pertama mulai tgl 1 s/d 10 Dzul Hijjah 1439 H.*
*ATAU Tgl.13 s/d 22/8 - 018*

Alhamdulillahirabbil'aalamiin.
Semoga kita semuanya selalu mendapat Rahmat dan Karunia Allah swt...

🎯 *Sekedar mengingatkan bahwa: *"Besok hari Senin tanggal 13 Agustus 2018 bertepatan tanggal 1 Dzulhijjah 1439 H."*

🎯 *Pahala dan Keutamaan 10 hari Pertama Bulan Dzulhijjah.*
*Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda :*

📝 *Hari 1 bulan Dzulhijah* 
Adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allaah swt akan mengampuni segala dosanya.

📝 *Hari 2 bulan Dzulhijah* 
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Yunus AS dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

📝 *Hari 3 bulan Dzulhijah* 
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allaah swt akan mengabulkan segala do’anya.



📝 *Hari 4 bulan Dzulhijah* 
Adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.

📝 *Hari 5 bulan Dzulhijah* 
Adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan adzab kubur.

📝 *Hari 6 bulan Dzulhijah*
Adalah hari dimana Allah swt membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allaah swt dengan penuh Rahmat dan tidak akan diadzab.

📝 *Hari 7 bulan Dzulhijjah*
Adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

📝 *Hari 8 adalah hari Tarwiyah.* 
Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt.

📝 *Hari 9 adalah hari Arafah.* 
Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

📝 *Hari 10 adalah hari Raya Iedul Qurban.* Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak-anak dan istrinya.

_*Mohon maaf lahir batin...*_
_*Semoga bermanfaat _

*امين... امين... امين...* 
*يا رب العالمين...* 

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الفقير  خادم المجلس

🌸💦🌸💦🌸💦🌸💦

Featured Post

SOAL PRAKARYA KELAS 11

  1 . Berikut merupakn bahan yang termasuk jenis bahan limbah organic, kecuali …. a. kerang                  b. batok kelapa             ...